Akurat

Hartanya Mencurigakan, KPK Bakal Panggil Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta

Tim Redaksi | 16 Mei 2024, 17:28 WIB
Hartanya Mencurigakan, KPK Bakal Panggil Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai adanya kejanggalan harta kekayaan Mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendy Hutahaean. Kecurigaan itu berangkat dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Rahmady Effendy.

Merujuk laman Laporan LHKPN KPK, Rahmady tercatat melaporkan hartanya pada 22 Februari 2023
senilai Rp6.395.090.149 atau Rp6,3 miliar. Dari jumlah tersebut, tercatat Rahmady meminjamkan uang Rp7 miliar.

"Hartanya Rp6 miliar tapi kok dilaporkan dia memberikan pinjaman sampai Rp7 miliar, kan gitu enggak masuk di akal ya," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Adik Syahrul Yasin Limpo

KPK tak menampik, kecurigaan harta ini berawal dari perselisihan yang terjadi di internal perusahaan. Di mana, istri Rahmady tercatat sebagai pemilik saham pada perusahaan itu.

"Dampak yang bersangkutan itu istrinya punya saham di perusahaan," kata Pahala.

Dia menyebut jika pihak yang berselisih melaporkan Rahmady ke KPK atas dugaan kepemilikan harta yang tidak wajar. Atas laporan dan pengecekan harta, KPK berencana memanggil Rahmady pada pekan depan.

"Ya kita sudah keluarkan surat tugasnya dan mungkin minggu depan akan diundang untuk klarifikasi. Jadi kami klarifikasi nanti kami kasih tahu lah hasilnya seperti apa kira-kira ya. Tapi, sekali lagi ini dampak dari karena ada harta berupa saham di perusahaan lain," ujar Pahala.

Pahala menyebut istri Rahmady menjabat komisaris utama pada perusahaan tersebut. Namun, Pahala saat ini belum mau membeberkan soal kepemilikan saham istri Rahmady di perusahaan tersebut.

"Jadi nama PT-nya, apa segala macam kan enggak disebut. Ya, nanti kita lihat di situ (saat klarifikasi)," ujar Pahala.

Rahmady Effendy Hutahaean dibebastugaskan dari jabatannya selalu Kepala Bea Cukai Purwakarta setelah menjalani pemeriksaan internal, buntut sorotan publik karena diduga melibatkan keluarganya dalam menjalankan urusan kedinasan. Tak hanya persoalan utang piutang itu, Rahmady juga disebut-sebut memiliki perusahaan dengan aset mencapai Rp60 miliar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.