Akurat Logo

Tips Islam agar Anda Tetap Istiqamah dalam Kebaikan di Era Digital

Lufaefi | 8 Oktober 2026, 06:20 WIB
Tips Islam agar Anda Tetap Istiqamah dalam Kebaikan di Era Digital
Istiqamah dalam Kebaikan - Istimewa

AKURAT.CO Era digital memberikan kemudahan luar biasa bagi manusia untuk memperoleh ilmu, berkomunikasi, dan melakukan berbagai aktivitas kebaikan. Dalam hitungan detik, seseorang dapat membaca Al-Qur'an, mendengarkan kajian, bersedekah, atau membagikan pesan positif kepada orang lain.

Namun, dunia digital juga menghadirkan tantangan bagi istiqamah. Notifikasi yang terus berdatangan, konten hiburan yang tidak ada habisnya, perdebatan di media sosial, hingga kebiasaan membandingkan kehidupan dengan orang lain dapat membuat seseorang kehilangan fokus dan perlahan menjauh dari kebiasaan baik.

Dalam Islam, istiqamah memiliki kedudukan penting. Allah SWT berfirman dalam QS. Fussilat ayat 30:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka meneguhkan pendirian, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, 'Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'"

Ayat tersebut menunjukkan bahwa istiqamah bukan sekadar melakukan kebaikan sekali atau dua kali. Istiqamah berarti berusaha mempertahankan komitmen dalam kebaikan secara konsisten.

Baca Juga: Hukum Joki Tugas Skripsi dalam Pandangan Islami

Di era digital, salah satu cara menjaga istiqamah adalah mengatur apa yang masuk ke dalam perhatian kita. Apa yang sering dilihat, dibaca, dan didengarkan dapat memengaruhi pikiran dan kebiasaan. Karena itu, seorang Muslim perlu selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi setiap hari.

Pertama, jadikan teknologi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ponsel yang sama dapat digunakan untuk hiburan berlebihan atau untuk membaca Al-Qur'an dan belajar ilmu agama. Persoalannya bukan semata-mata pada teknologinya, tetapi bagaimana manusia menggunakannya.

Kedua, jangan menunggu motivasi untuk berbuat baik. Buatlah kebiasaan kecil yang realistis. Membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari, bersedekah sesuai kemampuan, menjaga salat tepat waktu, atau menyisihkan waktu untuk membaca buku dapat menjadi latihan istiqamah.

Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling kontinu, meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut memberikan pelajaran penting bahwa konsistensi lebih utama daripada semangat sesaat yang kemudian berhenti. Dalam konteks kehidupan digital, prinsip ini dapat diterapkan dengan membangun kebiasaan positif secara bertahap.

Ketiga, batasi konten yang membuat hati dan pikiran semakin jauh dari kebaikan. Tidak semua hal yang viral harus diikuti. Tidak semua perdebatan perlu dimasuki. Tidak semua informasi harus dikomentari. Kemampuan mengatakan "tidak" terhadap konten tertentu merupakan bagian dari menjaga diri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi