Ramai Fenomena Ngemis Online, Ini Etika Mencari Nafkah

AKURAT.CO Fenomena “ngemis online” di media sosial kembali ramai diperbincangkan. Istilah tersebut biasanya merujuk pada aktivitas meminta uang, hadiah digital, atau bantuan dari penonton melalui siaran langsung di berbagai platform media sosial.
Dalam praktiknya, bentuknya beragam. Ada yang sekadar meminta gift sebagai dukungan terhadap konten, tetapi ada pula yang secara terang-terangan meminta uang dengan menampilkan kondisi tertentu agar penonton merasa iba. Karena itu, tidak semua aktivitas menerima hadiah melalui media sosial dapat langsung disamakan dengan mengemis.
Dalam Islam, mencari nafkah merupakan bagian penting dari kehidupan. Al-Qur’an mendorong manusia untuk bekerja dan berusaha mendapatkan rezeki yang halal.
Allah SWT berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’” (QS At-Taubah: 105).
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya ikhtiar. Rezeki memang berasal dari Allah, tetapi manusia diperintahkan untuk berusaha dengan cara yang baik dan bertanggung jawab.
Dalam konteks “ngemis online”, persoalannya bukan semata-mata apakah seseorang mendapatkan uang dari internet, tetapi bagaimana uang tersebut diperoleh. Jika seseorang membuat konten yang halal, memberikan hiburan atau informasi yang bermanfaat, kemudian mendapatkan gift secara sukarela dari penonton, hal itu tidak otomatis dapat disebut sebagai mengemis.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Rasa Malas saat Akan Bekerja di Hari Senin menurut Islam
Namun, persoalannya menjadi berbeda apabila seseorang sengaja mengeksploitasi rasa iba, memberikan informasi palsu, berpura-pura berada dalam kesulitan, atau melakukan tindakan yang merendahkan diri demi mendapatkan pemberian.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan agar seorang Muslim tidak menjadikan meminta-minta sebagai kebiasaan ketika masih memiliki kemampuan untuk berusaha.
مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ
“Seorang senantiasa meminta-minta kepada manusia hingga pada hari kiamat ia datang dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kehormatan diri. Islam tidak melarang seseorang menerima bantuan ketika benar-benar membutuhkan, tetapi meminta-minta tanpa kebutuhan yang dibenarkan bukanlah sikap yang ideal.
Sebaliknya, bekerja dan berusaha memperoleh penghasilan sendiri memiliki nilai yang tinggi. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang mencari kayu bakar lalu menjualnya lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia, baik diberi maupun tidak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 7Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel






