5 Tips Menghindari Perselingkuhan dengan Teman Sekantor dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Di tempat kerja, kita sering menghabiskan lebih banyak waktu bersama rekan kerja daripada dengan keluarga sendiri. Intensitas komunikasi, kolaborasi proyek, hingga obrolan santai di jam istirahat, kerap menciptakan kedekatan yang bisa mengaburkan batas profesional dan personal.
Tak sedikit kasus perselingkuhan yang bermula dari "sekadar ngobrol", "curhat ringan", atau "kerja bareng lembur". Padahal, dalam Islam, semua itu bisa menjadi pintu awal menuju dosa besar: zina hati, zina pandangan, bahkan zina fisik.
Agar tidak terjerumus dalam hubungan terlarang dengan rekan sekantor, berikut 5 tips penting yang bersumber dari nilai-nilai Islam:
1. Niatkan Bekerja karena Allah dan Menjaga Amanah
Segala aktivitas seorang Muslim seharusnya diniatkan sebagai ibadah, termasuk saat bekerja. Dengan niat ini, orientasi kita bukan sekadar cari gaji atau pujian atasan, tapi menjadi pribadi yang amanah dan bertanggung jawab di hadapan Allah.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-An'am: 162)
Niat yang lurus akan menahan kita dari niat-niat menyimpang seperti flirting, mencari perhatian, atau menjalin hubungan gelap.
2. Jaga Pandangan dan Batas Interaksi
Godaan seringkali datang dari hal kecil seperti tatapan mata, senyum berlebihan, atau candaan yang melewati batas. Islam memerintahkan kaum beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan.
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30)
Menjaga pandangan adalah langkah preventif agar hati tidak terikat oleh syahwat yang tidak halal.
Baca Juga: Etika Bersosial Media dalam Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!
3. Hindari Khalwat dan Komunikasi Intens yang Tidak Perlu
Komunikasi yang terlalu sering dan terlalu personal, walau lewat chat, bisa menjadi pintu masuk setan. Apalagi jika mulai membahas urusan pribadi, rumah tangga, atau perasaan.
ما خلا رجل بامرأة إلا كان الشيطان ثالثهما
"Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (berduaan) dengan seorang wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan." (HR. Tirmidzi)
Khalwat hari ini bisa terjadi lewat DM, video call, atau ngobrol berdua di ruang kerja tertutup. Batasi interaksi hanya pada hal-hal yang perlu dan tetap dalam koridor profesional.
4. Libatkan Pasangan dalam Aktivitas Kerja (Jika Perlu)
Salah satu cara menghindari selingkuh adalah dengan tidak menciptakan “ruang rahasia”. Jangan segan untuk bercerita kepada pasangan tentang kegiatan kantor, proyek yang sedang dijalani, atau siapa saja yang terlibat. Transparansi ini akan menjadi pagar psikologis.
Dalam Islam, pasangan adalah sahabat dalam kebaikan:
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ
"Istri-istri kalian adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka." (QS. Al-Baqarah: 187)
Pakaian itu menutup, bukan membiarkan aib terbuka. Jika komunikasi dengan pasangan sehat, kebutuhan emosional pun tidak perlu dicari di luar.
5. Perbanyak Dzikir dan Doa agar Dihindarkan dari Fitnah
Setiap hari, kita tidak pernah lepas dari ujian nafsu dan godaan setan. Maka kita butuh perlindungan spiritual yang kuat. Perbanyak istighfar, dzikir, dan doa agar hati tetap bersih.
Salah satu doa yang dianjurkan:
اللّهُمّ اكفِني بحلالِكَ عن حرامِكَ، وأغنِني بفضلِكَ عمّن سِواكَ
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu, dan jauhkan aku dari yang haram, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Ramai di China Sister Hong Menyamar Jadi Wanita, Apa Hukum Laki-laki Nyamar Jadi Perempuan?
Dengan hati yang senantiasa terhubung kepada Allah, kita akan lebih mudah menahan diri dari jebakan hawa nafsu, terutama di lingkungan kerja yang sering kali menggoda.
Selingkuh itu bukan takdir, tapi pilihan. Dan setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Maka, berhati-hatilah dalam menjaga diri di tempat kerja.
Jangan sampai ruang profesional dijadikan alasan untuk mengkhianati pasangan dan melanggar batas agama. Karena sekali terjerumus, yang rusak bukan hanya reputasi — tapi juga keberkahan hidup dan amalan akhirat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









