Malam 1 Suro: 11 Weton Ini Dianjurkan Tidak Keluar Rumah, Berbahaya!

AKURAT.CO Malam 1 Suro, yang tahun ini jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, telah lama dikenal sebagai malam yang sakral dalam tradisi masyarakat Jawa.
Bukan hanya sebagai penanda pergantian tahun baru Jawa, malam tersebut juga penuh dengan simbolisme spiritual, keheningan, dan kehati-hatian.
Di balik kesakralannya, malam 1 Suro juga menyimpan sejumlah kepercayaan turun-temurun yang dijaga oleh masyarakat Jawa hingga kini. Salah satu yang paling dikenal adalah anjuran agar tidak keluar rumah bagi pemilik weton tertentu.
Kepercayaan ini tidak muncul tanpa dasar budaya. Ia terbangun dari sistem primbon yang memetakan sifat, energi, dan keterhubungan antara manusia dan alam gaib melalui kelahiran seseorang dalam sistem hari pasaran Jawa, atau yang biasa disebut weton.
Baca Juga: Doa Awal dan Akhir Tahun Baru Islam 1447 H: Menyambut Muharram dengan Harapan dan Introspeksi
Dalam kepercayaan ini, dikenal istilah weton tulang wangi. Disebut demikian karena pemilik weton tersebut dipercaya memiliki daya tarik spiritual yang sangat kuat, bahkan sampai ke alam nonfisik. Daya tarik ini diyakini mampu memikat perhatian makhluk halus, terutama pada malam-malam yang penuh energi seperti malam 1 Suro.
Ada sebelas weton yang termasuk dalam kategori tulang wangi. Weton-weton ini dinilai memiliki sensitivitas tinggi terhadap dunia gaib dan energi metafisik, sehingga pada malam-malam tertentu disarankan untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah.
Berikut sebelas weton yang dimaksud: Senin Kliwon, Senin Wage, Senin Pahing, Selasa Legi, Rabu Pahing, Rabu Kliwon, Kamis Wage, Sabtu Wage, Sabtu Legi, Minggu Pon, dan Minggu Kliwon.
Weton-weton ini bukan hanya disebut memiliki daya pikat spiritual, tetapi juga dianggap lebih mudah terkena pengaruh makhluk halus. Dalam suasana malam Suro yang dipercaya penuh pergerakan energi halus, pemilik weton ini dianggap lebih rentan terhadap gangguan.
Oleh karena itu, malam tersebut dimanfaatkan sebagai waktu untuk menenangkan diri, memperbanyak ibadah, dan menghindari kegiatan di luar rumah, terutama yang bersifat ramai, terbuka, atau tidak penting.
Selain larangan keluar rumah bagi weton tertentu, malam 1 Suro juga dikenal dengan sejumlah pantangan lain. Beberapa di antaranya adalah tidak mengadakan pesta, tidak melangsungkan pernikahan, tidak melakukan pindahan rumah, serta menghindari kebisingan atau berkata kasar. Semua itu didasarkan pada prinsip menjaga kesucian dan kehormatan malam tersebut.
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Rabu 25 Juni 2025 Hari Buruk Semua Pekerjaan, Begini Pandangan Islam
Dalam kerangka spiritualitas Jawa, malam 1 Suro bukan waktu untuk bersenang-senang, melainkan momen untuk introspeksi, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menyucikan niat dan pikiran.
Oleh karena itu, meskipun bersumber dari tradisi dan budaya, ajaran ini mengandung nilai universal tentang ketenangan, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap waktu yang dianggap mulia.
Bagi siapa pun yang mempercayainya, malam 1 Suro dapat menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan manusia terdapat waktu-waktu khusus yang menuntut sikap lebih bijaksana dan penuh kesadaran.
Maka tak ada salahnya, baik memiliki weton tulang wangi atau tidak, untuk menjadikan malam ini sebagai kesempatan berdiam sejenak, merenungi perjalanan hidup, dan memulai tahun baru Jawa dengan hati yang lebih bersih dan mantap.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






