7 Larangan Malam Satu Suro, Penjelasan dan Pandangan Menurut Studi

AKURAT.CO Malam Satu Suro, yang merupakan pergantian tahun dalam kalender Jawa dan Islam, dianggap sebagai momen sakral dan banyak digunakan untuk kegiatan spiritual.
Dalam tradisi Malam Satu Suro, masyarakat Jawa memiliki sejumlah larangan yang dipercaya harus dihindari.
Berikut adalah tujuh larangan saat Malam Satu Suro beserta penjelasannya:
1. Keluar rumah tanpa keperluan mendesak
Masyarakat Jawa percaya di Malam Satu Suro merupakan malam ketika gerbang alam gaib terbuka.
Dalam situasi ini, makhluk halus dianggap lebih aktif sehingga keluar rumah tanpa alasan yang jelas akan menimbulkan risiko mengundang energi negatif.
2. Menggelar pesta atau hajatan besar
Malam Satu Suro juga merupakan salah satu waktu dimana sering kali dihindari untuk menyelenggarakan pesta pernikahan atau acara besar.
Hal ini diyakini dapat mendatangkan hal buruk atau sial, seperti terjadinya halangan atau musibah.
Larangan ini tidak lain juga bertujuan untuk menghormati kesakralan malam yang dipenuhi suasana keheningan dan introspeksi diri.
3. Melakukan pindah atau membangun rumah
Kegiatan yang tergolong besar dan aktif seperti pindah tempat tinggal atau pembangunan rumah merupakan hal yang dihindari selama malam ini berlangsung.
Hal tersebut dipercaya dapat mengundang hambatan atau kesialan bagi kehidupan pemiliknya.
Larangan ini berkaitan erat dengan keyakinan akan pentingnya memulai sesuatu pada waktu yang baik.
4. Bepergian jauh
Perjalanan jauh pada Malam Satu Suro konon dianggap tidak aman.
Baca Juga: Menguak 5 Fakta Sejarah Penting di Balik Malam Satu Suro
Masyarakat Jawa percaya bahwa energi gaib dianggap kuat pada malam ini sehingga dapat menimbulkan potensi bahaya, baik berupa kecelakaan maupun gangguan dari hal diluar nalar manusia.
5. Berbicara kasar atau membuat kegaduhan
Malam Satu Suro diisi dengan suasana khusyuk karena merupakan salah satu waktu penghormatan. Dalam hal ini, berbicara kasar atau membuat kegaduhan dianggap dapat mengundang energi negatif.
Bahkan, di Keraton Yogyakarta ada tradisi tapa bisu, yaitu laku batin berupa tidak berbicara sepanjang malam berlangsung.
6. Membakar sampah atau memulai usaha baru
Aktivitas seperti membakar sampah atau memulai usaha baru pada Malam Satu Suro dianggap suatu hal yang tabu.
Baca Juga: Islam Menolak Kepercayaan Adanya Sengkolo di Malam Satu Suro, Ini Dalilnya
Pembakaran sampah dipercaya dapat mengundang energi buruk, sementara memulai usaha baru pada waktu yang dianggap kurang baik dipercaya dapat membawa hambatan dalam perjalanan usaha tersebut.
7. Meninggalkan rumah
Umumnya masyarakat Jawa percaya bahwa Malam Satu Suro adalah waktu di mana para roh leluhur turun untuk memberikan perlindungan dan berkah.
Oleh karena itu, meninggalkan rumah pada malam ini dianggap tidak menghormati kehadiran leluhur tersebut sehingga dianjurkan untuk tetap di rumah dan melibatkan diri dalam doa dan kekhusyukan.
Larangan Malam Satu Suro Menurut Studi
Menurut penelitian jurnal Compediart (2024), larangan-larangan ini mengarah pada tujuan baik, yang mana untuk menimbulkan ketenangan batin dan keheningan untuk refleksi, bukan sekadar kepercayaan magis setempat.
Baca Juga: Arti Malam Satu Suro bagi Umat Islam
Secara Islam pun, meskipun Muharram adalah bulan haram dan suci, agama tidak melarang menikah, bepergian atau membangun pada malam tertentu.
Pada dasarnya, larangan adat bukan perintah agama tapi pilihan budaya yang sebaiknya dihormati.
Asalkan memiliki niat dan hati yang baik maka sesuatu akan berjalan mengikuti jalannya ketulusan niat tersebut, maka cukup menghormati dan menghargai budaya.
Tidak perlu sampai menentang atau berpikir yang berlebihan terhadap persepsi yang kebanyakan dibuat terlalu mistis.
Baca Juga: 7 Tradisi Malam Satu Suro Di Masyarakat Jawa, Penuh Makna
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







