Kenapa Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Ampunan?

AKURAR.CO Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan yang penuh dengan rahmat dan maghfirah (ampunan).
Setiap kali Ramadhan tiba, umat Islam di seluruh dunia diseru untuk memperbanyak ibadah dan taubat, karena inilah momen di mana pintu-pintu ampunan Allah terbuka lebar. Ramadhan disebut sebagai bulan ampunan bukan tanpa alasan.
Dalam berbagai hadis dan ayat Al-Qur'an, disebutkan bahwa Allah menghapus dosa-dosa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah di bulan ini.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
من صام رمضان إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تقدَّمَ من ذنبِه
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan sarana pembersihan jiwa. Keimanan dan niat yang ikhlas menjadi syarat utama agar ibadah ini berbuah ampunan dari Allah.
Baca Juga: Ramadhan Berapa Hari Lagi? Yuk, Siapkan 5 Hal Ini Agar Ramadhan Lebih Khusyuk!
Dengan berpuasa dengan hati yang ikhlas dan berharap ridha-Nya, seseorang akan mendapatkan penghapusan dosa-dosa yang telah lalu.
Tidak hanya puasa, shalat malam atau tarawih juga menjadi salah satu sebab diampuninya dosa. Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
من قام رمضان إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تقدم من ذنبه
"Barang siapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Di sini, kita melihat bahwa Allah memberikan kesempatan ampunan yang luas, bukan hanya melalui puasa, tetapi juga melalui ibadah-ibadah lainnya seperti shalat malam.
Hal ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya di bulan Ramadhan.
Lebih dari itu, pada malam tertentu di bulan Ramadhan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apa itu malam Lailatul Qadar? Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Keutamaan malam ini begitu besar, sehingga siapa pun yang menghidupkannya dengan ibadah, dzikir, dan doa, maka ia akan mendapatkan ampunan dan pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
من قام ليلة القدر إيمانًا واحتسابًا غُفِرَ له ما تقدَّمَ من ذنبِه
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025 Sesuai Surat Edaran dari Pemerintah
Dari hadis-hadis dan ayat di atas, jelas bahwa Ramadhan memang bulan yang penuh dengan kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah.
Setiap ibadah yang dilakukan dengan tulus di bulan ini akan menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa.
Inilah mengapa umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, taubat, serta amal kebaikan selama bulan Ramadhan, karena Allah telah menjanjikan ampunan yang luas bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.
Maka, ketika Ramadhan tiba, kita seharusnya tidak hanya sekadar menjalankan ibadah secara rutin, tetapi juga benar-benar memanfaatkannya sebagai kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa-dosa.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan dan ridha-Nya di bulan suci ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









