Akurat

Tradisi Memberi Ucapan Selamat Hari Ibu Pada Masa Rasulullah SAW, Sahabat dan Ulama Terdahulu

Fajar Rizky Ramadhan | 23 Desember 2024, 06:11 WIB
Tradisi Memberi Ucapan Selamat Hari Ibu Pada Masa Rasulullah SAW, Sahabat dan Ulama Terdahulu

AKURAT.CO Hari Ibu merupakan momen yang dirayakan di banyak negara sebagai bentuk penghormatan kepada peran dan pengorbanan ibu.

Namun, dalam tradisi Islam, penghormatan kepada ibu bukanlah sesuatu yang dibatasi oleh hari-hari tertentu.

Islam menempatkan ibu pada posisi yang sangat mulia, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.

Lalu, bagaimana penghormatan terhadap ibu dipandang pada masa Rasulullah SAW, para sahabat, dan ulama terdahulu, serta bagaimana tradisi ini dapat dikaitkan dengan konsep ucapan selamat atau penghormatan yang relevan?

Kedudukan Ibu dalam Islam

Islam memberikan perhatian khusus terhadap ibu, yang terlihat jelas dalam firman Allah SWT:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَـٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS. Luqman: 14).

Baca Juga: Doa Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Ayat ini menekankan pengorbanan ibu yang mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya dengan penuh kesulitan. Penghormatan kepada ibu menjadi kewajiban yang tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi harus diberikan sepanjang hayat.

Penghormatan kepada Ibu pada Masa Rasulullah SAW

Pada masa Rasulullah SAW, tidak ada tradisi khusus yang menyerupai perayaan Hari Ibu modern. Namun, penghormatan kepada ibu tercermin dalam berbagai nasihat dan perilaku beliau.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ

"Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ayahmu.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa ibu memiliki tiga kali lipat hak atas penghormatan dibandingkan ayah, karena peran dan pengorbanannya dalam kehidupan anak.

Tradisi Penghormatan pada Masa Sahabat dan Ulama

Para sahabat dan ulama terdahulu memahami betul pentingnya menghormati ibu. Mereka memberikan contoh nyata bagaimana penghormatan kepada ibu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Abdullah bin Umar RA, misalnya, pernah melihat seorang laki-laki dari Yaman menggendong ibunya sambil thawaf di sekitar Ka'bah.

Orang itu bertanya kepada Abdullah bin Umar, "Apakah aku sudah membalas jasa ibuku?" Abdullah bin Umar menjawab, "Tidak, meski hanya setarikan napas saat melahirkanmu."

Ulama seperti Imam Al-Ghazali juga membahas pentingnya berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, dalam karyanya Ihya’ Ulumuddin. Menurut beliau, bakti kepada ibu mencakup penghormatan, ketaatan, dan doa yang tulus.

Baca Juga: 10 Ide Kado Hari Ibu Paling Berkesan 2024, Mudah Dicari untuk Tunjukkan Rasa Cinta

Ucapan Selamat dalam Perspektif Islam

Memberikan ucapan selamat sebagai bentuk penghormatan, seperti pada Hari Ibu, tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama tidak menyalahi prinsip syariat.

Tradisi ini dapat menjadi momen untuk mengingatkan kembali kewajiban kita kepada ibu. Hal ini juga sejalan dengan anjuran Islam untuk saling mendoakan dan menyampaikan kabar baik:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

"Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83)

Ucapan selamat pada Hari Ibu dapat berwujud doa yang tulus, misalnya:
"Jazakillahu khairan ya Ummi atas semua pengorbananmu. Semoga Allah memberikan rahmat dan keberkahan dalam hidupmu."

Keseimpulannya, meskipun tradisi Hari Ibu seperti yang dikenal saat ini tidak ada pada masa Rasulullah SAW, inti dari perayaan tersebut sejalan dengan ajaran Islam tentang penghormatan kepada ibu.

Tradisi ini dapat dijadikan sarana untuk mengingatkan pentingnya peran ibu, memperbanyak doa, dan meneguhkan bakti kepada mereka.

Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan penghormatan kepada ibu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada momen tertentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.