AKURAT.CO Serial Asmara Gen Z, khususnya episode 9, kini sedang menjadi bahan pembicaraan di kalangan remaja.
Konflik yang dihadirkan menggambarkan realitas pergaulan generasi muda, termasuk tantangan moral yang mereka hadapi di era digital.
Dalam konteks ini, menarik untuk merenungkan nilai-nilai Islami yang relevan dalam pergaulan remaja, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.
Islam menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat, terutama di usia remaja, ketika mereka cenderung mencari identitas dan komunitas.
Salah satu prinsip utama adalah menjaga pandangan dan kehormatan. Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 30-31:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka ...”
Baca Juga: Hari Libur Nasional Kalender 2025, Lengkap Selama Satu Tahun!
Ayat ini menegaskan pentingnya sikap saling menjaga dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan, termasuk dalam pergaulan sehari-hari.
Bagi remaja, ini berarti membangun batasan yang sehat dalam bergaul, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa pergaulan yang baik adalah pergaulan yang membawa manfaat dan kebaikan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Pesan ini sangat relevan bagi generasi Z yang hidup di tengah lingkungan sosial yang dinamis. Teman-teman yang baik akan membawa pengaruh positif, sementara pergaulan yang buruk dapat menjauhkan mereka dari nilai-nilai Islam.
Selain itu, Islam mengajarkan pentingnya haya' (rasa malu) sebagai elemen dasar dalam interaksi sosial. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya rasa malu itu bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasa malu di sini bukan berarti rendah diri, tetapi menjaga diri dari perilaku yang melanggar norma agama dan sosial.
Dalam konteks remaja, haya' mendorong mereka untuk menjaga kehormatan diri, baik dalam berpakaian, berbicara, maupun bertindak.
Serial Asmara Gen Z juga memberikan pelajaran tentang pentingnya komunikasi yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalin hubungan.
Islam memandang kejujuran sebagai salah satu ciri orang beriman. Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 70:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
Baca Juga: Belajar dari Pelecehan Seksual Wayan Agus Buntung, Apa Hukuman bagi Pelaku Pelecehan Seksual dalam Islam?
Dengan kata lain, Islam mendorong remaja untuk menjalin komunikasi yang penuh kejujuran dan jauh dari tipu daya, baik dalam hubungan persahabatan maupun asmara.
Dalam menghadapi tantangan pergaulan modern, remaja perlu menjadikan nilai-nilai Islami sebagai panduan.
Dengan menjaga pandangan, memilih teman yang baik, menghidupkan rasa malu, dan berkomunikasi dengan jujur, mereka dapat membangun pergaulan yang sehat dan sesuai dengan ajaran agama.
Maka, serial seperti Asmara Gen Z dapat menjadi refleksi bagi remaja untuk mengevaluasi sejauh mana mereka menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pergaulan yang Islami bukan berarti membatasi kebebasan, tetapi memberikan arah untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.