AKURAT.CO Lebih dari 80 ribu orang menandatangani petisi yang mendesak pencopotan Miftah Maulana Habiburrahman, atau Gus Miftah, dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan data dari situs Change.org, hingga Kamis, 5 Desember 2024 pukul 19.00 WIB, sebanyak 80.722 tanda tangan telah terkumpul dalam petisi yang diinisiasi oleh seorang pengguna bernama Dika Perkasa.
Dalam keterangan petisinya, Dika menyatakan bahwa banyak warganet merasa sakit hati atas sikap Gus Miftah terhadap seorang penjual es teh bernama Sunhaji.
Peristiwa tersebut terjadi saat acara tabligh akbar di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Gus Miftah dinilai tidak pantas sebagai pemuka agama karena melontarkan ucapan yang dianggap melecehkan Sunhaji.
Baca Juga: Ramai Penjual Es Teh Diolok-olok Gus Miftah, Ini 5 Kemuliaan Menjadi Pedagang dalam Islam
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat momen ketika Sunhaji ditertawakan oleh audiens setelah Gus Miftah mengoloknya dengan ucapan, "yo kono didol, gobl*k," yang berarti dalam bahasa Indonesia, "ya sana dijual gobl*k."
Menurut Dika, meski ada pro dan kontra terkait insiden tersebut, banyak warganet mengecam pernyataan Gus Miftah. Beberapa pihak yang membela Gus Miftah meminta publik untuk melihat video secara utuh.
Namun, Dika menegaskan, "Terlepas dari pro dan kontra, rasanya tidak pantas seorang yang banyak berbicara tentang agama mengucapkan kalimat kasar yang ditujukan untuk seseorang di depan umum."
Melalui petisi tersebut, Dika meminta Presiden Prabowo mempertimbangkan kembali penunjukan Gus Miftah sebagai utusan khusus.
Baca Juga: Aktivis NU Islah Bahrawi Kritik Tajam Gus Miftah yang Hina Penjual Es: Dia Sedang Berjihad untuk Keluarganya!
Ia menyoroti pidato Presiden Prabowo yang sebelumnya menyatakan penghormatan kepada pekerja keras dari berbagai kalangan, seperti pedagang, tukang bakso, dan nelayan. Menurutnya, ucapan Gus Miftah bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
"Tapi sekarang, salah satu utusan bapak memberikan contoh sebaliknya. Jika ini terus dibiarkan, secara tidak langsung pemerintahan yang bapak pimpin ikut tercoreng. Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah gambaran karakter beliau, karena hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali. Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segara copot Gus Miftah!" tulis Dika dalam petisinya.
Hingga kini, respons resmi dari pihak terkait, termasuk Gus Miftah dan istana kepresidenan, masih dinanti publik.