Jejak Kontroversi Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas: Anggap Sungkeman Haram

AKURAT.CO Salah satu tokoh salafi, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, wafat pada Kamis, (11/7/2024). Almarhum meninggal pada usia 61 tahun. Ia wafat di rumah duka di Bogor, Jawa Barat setelah menunaikan ibadah haji. Informasi wafatnya beliau beredar di sosial media.
Ustadz Yazid sendiri meninggal dunia di rumah sakit seusai mendapat perawatan intensif karena penyakit kanker.
Kontroversi Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas: Sungkem Orang Tua Haram
Video YouTube Sahabat Aswaja Cyber Army pernah menayangkan ceramah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Selasa (4/4/2022.) Ustadz Yazid membacakan sebuah pertanyaan dari jamaah terkait hukum sungkem ke orang tua.
"Bagaimana hukumnya sungkem kepada orangtua?," beber Ustadz Yazid.
Dengan tegas ia menjawab hal itu tidak diperbolehkan dalam agama Islam.
"Gak boleh! kita tunduk aja menundukkan badan kita gak boleh dalam Islam," kata Ustaz Yazid.
Baca Juga: Hukum Makan Kecubung dalam Islam
Ustaz Yazid Jawas berasalan, sungkem ke orangtua tidak dibolehkan dalam ajaran agama Islam lantara hak rukuk dan sujud merupakan hak Allah.
"Hak rukuk dan sujud itu hak Allah," katanya.
Pandangan Islam yang Sesungguhnya Soal Sungkeman
Sungkeman adalah tradisi meminta maaf dan memohon restu kepada orang tua, terutama saat perayaan hari raya.
Dalam pandangan Islam, menghormati dan memuliakan orang tua adalah perintah yang sangat ditekankan dalam Al-Qur'an dan Hadis.
Dalam Al-Qur'an:
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 23:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”
Dalam Hadis:
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda:
الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Artinya: "Salat pada waktunya." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Berbakti kepada kedua orang tua." Aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Rumah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Pernah Hendak Dibakar, Dirinya Sempat Mau Dibunuh
Pendapat Ulama:
Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Adhkar menyebutkan pentingnya berbakti dan memuliakan orang tua, serta bagaimana perilaku baik kepada orang tua termasuk dalam amalan yang paling utama dalam Islam.
Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa birrul walidain (berbakti kepada orang tua) termasuk perintah yang sangat ditekankan dalam Islam, bahkan lebih utama dari banyak amalan ibadah lainnya.
Sungkeman, dalam konteks Islam, dapat dilihat sebagai salah satu bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua yang sangat dianjurkan.
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam hadis, intisari dari sungkeman yang berupa penghormatan, meminta maaf, dan memohon restu sangat sesuai dengan ajaran Islam tentang berbakti kepada orang tua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









