AKURAT.CO Malam 1 Suro atau malam 1 Muharram dalam kalender Hijriyah sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang beredar di masyarakat, termasuk keyakinan bahwa orang yang meninggal pada malam tersebut akan dibawa oleh roh-roh halus.
Dalam perspektif Islam, pemahaman seperti ini perlu dirujuk kembali kepada sumber utama ajaran Islam, yaitu Al-Qur'an dan Hadits.
Perspektif Al-Qur'an
Dalam Al-Qur'an, tidak ada ayat yang secara eksplisit menyebutkan bahwa orang yang meninggal pada malam 1 Suro akan dibawa oleh roh-roh halus. Al-Qur'an menegaskan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan kematian dan kehidupan setelahnya berada di tangan Allah SWT.
Baca Juga: Meninggal di Malam 1 Suro Artinya Apa? Ini Jawaban Perspektif Islam
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Imran, ayat 145:
"وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ"
"Tidak ada suatu jiwa pun yang dapat mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya."
Ayat ini menegaskan bahwa waktu dan cara kematian seseorang adalah ketetapan Allah SWT, dan tidak dipengaruhi oleh kepercayaan atau mitos tertentu.
Perspektif Hadits
Hadits juga tidak menyebutkan tentang roh-roh halus yang membawa orang yang meninggal pada malam tertentu. Yang jelas, Rasulullah SAW memberikan panduan tentang kematian dan bagaimana seorang Muslim seharusnya mempersiapkan dirinya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا"
"Sesungguhnya salah seorang dari kalian ada yang beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga tinggal satu hasta, tetapi ketetapan (takdir) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan ahli neraka sehingga ia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta, tetapi ketetapan (takdir) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan ahli surga sehingga ia masuk ke dalam surga."
Baca Juga: 25 Kata-Kata Malam 1 Suro Bahasa Jawa yang Islami untuk Caption Sosmed
Hadits ini menunjukkan bahwa amalan dan takdir seseorang adalah penentu utama nasibnya di akhirat, bukan waktu atau momen tertentu dalam hidupnya, termasuk malam 1 Suro.
Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, tidak ada dasar yang kuat untuk mempercayai bahwa orang yang meninggal pada malam 1 Suro akan dibawa oleh roh-roh halus.
Islam mengajarkan bahwa kematian dan nasib seseorang setelahnya adalah sepenuhnya kehendak Allah SWT, dan bukan karena pengaruh dari mitos atau kepercayaan tertentu.
Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk senantiasa beramal shaleh dan bertawakkal kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan dan kematian.