Akurat

Melawan Mitos Malam 1 Suro Banyak Makhluk Halus dan Bahaya, Perspektif Hadis Nabi

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Juli 2024, 11:00 WIB
Melawan Mitos Malam 1 Suro Banyak Makhluk Halus dan Bahaya, Perspektif Hadis Nabi

AKURAT.CO Di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa, malam 1 Suro sering kali dianggap sebagai malam yang penuh dengan bahaya dan kesialan.

Banyak yang percaya bahwa pada malam ini, makhluk halus berkeliaran dan berbagai kejadian mistis dapat terjadi.

Akibatnya, banyak yang menghindari melakukan aktivitas tertentu pada malam ini. Namun, dari perspektif agama Islam, penting untuk merujuk kepada hadits dan ajaran Rasulullah SAW untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas mengenai hal ini.

Hadits tentang Takdir dan Kesialan

Hadits 1

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ" (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah), tidak ada pertanda buruk, tidak ada burung hantu, dan tidak ada bulan Safar yang membawa kesialan.'"

Baca Juga: Arti Malam Satu Suro bagi Umat Islam

Penjelasan Hadits

Dalam hadits ini, Rasulullah SAW dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada hal-hal yang secara intrinsik membawa kesialan atau malapetaka. Hal ini termasuk keyakinan bahwa bulan atau hari tertentu, seperti malam 1 Suro, memiliki kekuatan untuk membawa bahaya. Rasulullah SAW menolak kepercayaan takhayul dan mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan izin Allah SWT.

Takdir dan Keyakinan Islam

Islam mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah SWT. Tidak ada hari atau bulan yang secara khusus ditetapkan sebagai hari sial atau penuh dengan bahaya. Rasulullah SAW bersabda:

Hadits 2

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا" (Riwayat Bukhari)

Artinya: "Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Jika seorang hamba sakit atau melakukan perjalanan, dicatat baginya (pahala) seperti apa yang biasa ia kerjakan ketika mukim dan sehat.'"

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Amalan Terbaik Malam 1 Suro, Sesuai Sunah

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa kondisi fisik atau waktu tidak mempengaruhi nilai amal seorang muslim. Yang penting adalah niat dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Keyakinan bahwa malam 1 Suro penuh dengan bahaya tidak memiliki dasar dalam Islam dan bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW.

Keyakinan bahwa malam 1 Suro penuh dengan bahaya adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa tidak ada hari atau bulan yang secara intrinsik membawa kesialan atau malapetaka.

Segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT, dan sebagai muslim, kita seharusnya menjauhkan diri dari kepercayaan takhayul yang tidak berdasar. Dengan memahami hadits-hadits yang ada, kita dapat meluruskan pemahaman kita dan lebih mendekatkan diri kepada ajaran Islam yang benar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.