Berikut ini Fakta Konflik antara Iran dan Israel yang Harus Diketahui

AKURAT.CO Pada Sabtu (13/4) malam, Iran meluncurkan drone peledak dan menembakkan rudal ke wilayah Israel. Serangan ini merupakan balasan yang meningkatkan ancaman konflik regional yang lebih luas, seiring dengan janji AS yang “sangat kuat” mendukung Israel.
Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel setelah bersumpah akan membalas serangan mematikan terhadap konsulatnya di ibu kota Suriah, Damaskus. Meski Israel tidak menyatakan pihaknya melakukan serangan terhadap konsulat tersebut, namun diyakini secara luas berada di balik serangan tersebut.
Dilansir dari BBC.com, berikut beberapa fakta konflik yang terjadi antara Iran dan Israel:
Baca Juga: Sejumlah Adab yang Harus Dimiliki ketika Kembali ke Perantauan
1. Israel dan Iran sudah lama bermusuhan
Iran tidak mengakui hak Israel untuk hidup dan berupaya memberantasnya. Pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya menyebut Israel sebagai “tumor kanker” yang “pasti akan dicabut dan dihancurkan”.
Kedua negara ini merupakan sekutu hingga revolusi Islam tahun 1979 di Iran, yang melahirkan rezim yang menggunakan sikap menentang Israel sebagai bagian penting dari ideologinya.
2. Pengeboman yang terjadi merupakan serangan balasan
Iran mengatakan pemboman terhadap Israel pada Sabtu malam adalah respons terhadap serangan udara tanggal 1 April terhadap gedung konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, yang menewaskan komandan senior Iran.
Iran menyalahkan Israel atas serangan udara tersebut, yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatannya. Israel belum menyatakan pihaknya melakukan hal tersebut namun secara luas diasumsikan telah melakukan hal tersebut.
3. Iran dianggap memberi senjata dan pelatihan kepada Hamas
Iran dianggap memberikan senjata dan pelatihan kepada kelompok bersenjata Palestina termasuk Hamas, yang menyerang Israel pada 7 Oktober tahun lalu. Hal tersebut memicu perang saat ini di Gaza dan konfrontasi yang melibatkan Iran, proksinya, dan sekutu Israel di Timur Tengah. Namun, Iran menyangkal terlibat dalam serangan 7 Oktober itu sendiri.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Qadha Ramadhan?
4. Pesan yang disampaikan Iran melalui serangannya
"Kami memblokir. Kami mencegat. Bersama-sama kami akan menang," demikian penilaian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun Tom Fletcher, penasihat kebijakan luar negeri beberapa perdana menteri Inggris dan mantan duta besar Inggris untuk Lebanon, mengatakan serangan Iran adalah "sinyal mengerikan dari kemampuan dan jangkauan Iran".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat






