Tembakkan Rudal Sejjil Kelas Berat, Iran Sebut "Gerbang Neraka" Datangi Zionis Israel

AKURAT.CO Situasi perang antara Iran dan Israel semakin memanas. Pada Rabu (18/6/2025), Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan rudal balistik jarak jauh kelas berat, Sejjil, ke wilayah Israel dalam gelombang serangan ke-12. Peluncuran ini menandai penggunaan pertama rudal Sejjil di medan tempur nyata.
Menurut laporan media Iran, peluncuran rudal tersebut disertai klaim bahwa sistem pertahanan udara Israel telah dihancurkan, sehingga memungkinkan rudal dan drone Iran menyerang tanpa hambatan berarti.
"Gerbang neraka akan terbuka untuk Anda," tegas salah satu komandan Garda Revolusi, seperti dikutip kantor berita Tasnim. Bahkan, mereka memperingatkan, “Rudal pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi akan membuat Anda tak punya waktu mencari perlindungan di bawah tanah.”
Meski begitu, pihak Israel membantah klaim tersebut. Radio Angkatan Darat Israel mengutip pejabat keamanan yang mengakui kemampuan rudal Sejjil sebagai luar biasa dalam hal jenis, berat, dan daya ledaknya. Namun, Israel mengklaim telah mencegat seluruh rudal yang diluncurkan ke arah wilayahnya.
Baca Juga: 23 Negara Kutuk Keras Serangan Israel terhadap Iran Sejak 13 Juni 2025
Sirene peringatan serangan udara terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv dan Hasharon, menandai serangan rudal pertama dalam 18 jam terakhir. Masyarakat diimbau masuk ke area perlindungan dan tetap waspada terhadap kemungkinan serangan susulan.
Saluran berita Channel 12 melaporkan bahwa beberapa rudal jatuh di jalanan, sementara lainnya berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan udara. Militer Israel menanggapi serangan itu dengan peningkatan kesiagaan di kota-kota besar.
Konflik ini bermula sejak 13 Juni 2025, ketika Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, mulai menyerang sejumlah fasilitas strategis di Iran. Termasuk di antaranya pangkalan rudal, laboratorium nuklir, serta serangan yang menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran. Jumlah korban jiwa di Iran telah mencapai 224 orang, dengan lebih dari 1.200 korban luka.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone ke berbagai wilayah di Israel. Laporan menyebut lebih dari 30 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka di pihak Israel.
Baca Juga: Drone Israel vs Iran
Pernyataan Presiden AS Donald Trump turut memperkeruh suasana. Ia menyerukan agar Iran menyerah tanpa syarat dan mengisyaratkan kemungkinan menargetkan langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dengan keterlibatan militer AS.
Seiring meningkatnya tensi konflik, risiko perluasan perang di kawasan Timur Tengah pun semakin nyata. Sinyal-sinyal keterlibatan langsung AS, ditambah respons keras dari Iran, menjadi pertanda bahwa ketegangan belum akan mereda dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






