Ustadz Lufaefi: Abu Dujanah dan Pohon Kurma, Kisah yang Membuat Rasulullah Menangis

AKURAT.CO Ustadz Lufaefi membagikan kisah mengenai salah satu sahabat Rasulullah yang mulia, yakni Abu Dujanah. Kisah ini disampaikannya dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co episode 21, pada Senin (1/4/2024).
Ustadz Lufaefi menuturkan bahwa kisah Abu Dujanah menjadi salah satu kisah sahabat Nabi yang membuat Rasulullah SAW menangis setelah mendengarnya. Abu Dujanah sendiri merupakan sahabat Nabi yang dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah, terutama dalam shalat berjamaah lima waktu di Masjid Nabawi.
Abu Dujanah menarik perhatian Rasulullah SAW akibat kebiasaannya yang langsung meninggalkan Masjid Nabawi setelah melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Abu Dujanah bahkan tidak menunggu sampai Rasulullah SAW selesai berzikir ataupun sekedar berdoa, Ia lebih memilih untuk langsung pulang ke rumah.
Baca Juga: Cara Sholat Taubah, Amalan Penting di Malam Lailatul Qadar
Pada suatu ketika, Rasulullah SAW kemudian menegur sekaligus bertanya kepada Abu Dujanah dengan sedikit menekan mengenai kebiasaannya itu. Sebab selain Abu Dujanah, para sahabat yang lain pasti akan menunggu Rasulullah hingga selesai berdoa. Apalagi doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah doa yang sangat mustajab.
“Sehingga karena kebiasaan ini, Rasulullah SAW langsung bertanya, menegur Abu Dujanah sekaligus juga bertanya. Wahai Abu Dujanah, kata Rasulullah di satu waktu, kenapa engkau langsung pulang setelah shalat subuh? Kenapa tidak menunggu aku selesai melaksanakan doa? Bukankah engkau memiliki keinginan-keinginan yang harus engkau panjatkan kepada Allah SWT?” Ujar Ustadz Lufaefi dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co.
Pria yang juga berprofesi sebagai Pimpinan Redaksi Kanal Keislaman Akurat.co itu kemudian menceritakan mengenai alasan dari kebiasaan Abu Dujanah. Dikatakan bahwa Abu Dujanah bertetangga dengan seorang munafik. Tetangganya itu memiliki pohon kurma yang dahannya menjulur hingga ke halaman rumah Abu Dujanah.
Setiap malam hari, buah-buah kurma yang berasal dari pohon itu berjatuhan tepat di halaman rumah Abu Dujanah. Sehingga sahabat Nabi yang mulia itu harus mengumpulkan buah-buah kurma yang berserakan di halaman rumahnya setiap pagi setelah melaksanakan shalat Subuh. Buah-buah kurma itu nantikan akan dikembalikan kepada pemiliknya.
Abu Dujanah memberikan alasan kepada Rasulullah SAW, apabila ia tidak cepat-cepat membereskan buah-buah kurma itu, ia khawatir anaknya akan terbangun lebih dulu dari tempat tidurnya lalu pergi keluar rumah dan memakan kurma-kurma yang berjatuhan di halaman rumah mereka, sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya.
Abu Dujanah begitu khawatir hal itu kembali terjadi di kemudian hari. Sebab buah-buah kurma itu bukanlah hak mereka, sehingga dapat menjadi makanan yang haram. Meskipun Abu Dujanah merupakan sahabat Nabi yang sangat kesusahan, ia tak mau ada keharaman yang bersarang pada tubuh anaknya, bahkan jika anaknya harus kehilangan nyawa akibat tidak bisa makan.
Baca Juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tasbih di Malam Lailatul Qadar
Kisah Abu Dujanah ini sontak membuat Rasulullah SAW menangis setelah mendengarnya. Beliau kemudian memanggil si pemilik pohon kurma untuk membeli pohon itu dengan harga sepuluh kali lipat, setara dengan buah kurma yang dilapisi perak maupun emas. Rasulullah bahkan mengatakan kepada si pemilik kurma bahwa dalam pohon kurma itu terdapat bidadari yang jumlahnya sama dengan banyaknya buah kurma.
Namun, si pemilik kurma menolak tawaran Rasulullah sebab menurutnya yang ditawarkan bukanlah hal-hal yang pasti. Hingga kemudian Abu Bakar datang untuk membeli pohon kurma itu dengan kontan seharga sepuluh kali lipat. Si pemilik kurma kemudian menyetujui tawaran Abu Bakar, sehingga pohon kurma itu berhasil dibeli.
Menurut Ustadz Lufaefi, pelajaran yang dapat diambil dari kisah Abu Dujanah dan pohon kurma ini yaitu umat muslim hendaknya tidak memakan makanan yang haram, baik haram dalam bentuknya maupun haram cara mendapatkannya. Karena keharaman ini nantinya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
“Karena sedikit makanan kalau misalnya di dalamnya ada unsur keharaman, baik caranya ataupun bentuknya, maka kelak akan dipertanggung jawabkan kelak akan menjadi siksa yang amat pedih di neraka” Ujarnya.
Kultum Ramadhan Akurat.co tayang setiap pukul 17.30 WIB selama bulan Ramadhan, melalui kanal YouTube resmi Akurat.co. Selain itu, program ini juga merupakan program hasil kerjasama antara Akurat.co dengan Jamkrindo.
Profil Ustaz H. Lufaefi, M.Ag.
- Da'i Nasional
- Alumnus Ponpes Khas Kempek Cirebon
- Alumnus Universitas PTIQ Jakarta
- Redaktur Kanal Keislaman Rahmah Akurat.co
- Dosen STAINI Parung Bogor
- Penulis Buku "Nasionalisme Qur'ani"
- Penulis Buku "Mencintai Islam Mencintai Indonesia"
- Penulis Buku "Buanglah Khilafah Pada Tempatnya"
- Petugas Haji PPIH Arab Saudi 2023 Layanan Media Center Haji
Ustadz Lufaefi dapat ditemukan melalui laman Instagram pribadinya, yaitu @lufaefi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










