Akurat

Keutamaan Puasa Nisfu Sya'ban, Penting untuk Diketahui Orang Islam

Hadits Abdillah | 23 Februari 2024, 17:11 WIB
Keutamaan Puasa Nisfu Sya'ban, Penting untuk Diketahui Orang Islam

AKURAT.CO Nisfu Sya’ban merupakan malam yang memiliki banyak keistimewaan. Pada malam yang mulia ini, pintu-pintu rahmat serta ampunan akan dibuka oleh Allah SWT. Selain itu, para malaikat juga akan diturunkan ke langit dunia untuk menebar kebaikan.

Malam Nisfu Sya’ban kemudian menjadi salah satu malam yang penuh berkah dan karunia dari Allah SWT. Oleh sebab itu, umat muslim menjadikan malam ini sebagai momentum untuk meraih segala keberkahan yang ada melalui berbagai amalan.

Salah satu amalan yang dikerjakan untuk menyambut datangnya malam mulia itu adalah puasa Nisfu Sya’ban. Puasa ini menjadi salah satu puasa sunnah di bulan Sya’ban yang memiliki banyak keutamaan. Berikut ini merupakan keutamaan-keutamaan dari puasa Nisfu Sya’ban.

Baca Juga: Bolehkah Umat Islam Merayakan Malam Nisfu Syaban? Berikut Penjelasannya!

1. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat Kelak

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya yang berjudul Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, mengatakan bahwa seseorang yang melaksanakan puasa Sya’ban akan mendapatkan syafaat pada hari kiamat kelak, sebab menjadi salah satu amalan yang dicintai oleh Nabi Muhammad SAW.

وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Puasa sunnah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang menguasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak”

2. Merupakan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwasanya Nabi Muhammad SAW lebih banyak mengerjakan puasa di bulan Sya’ban daripada bulan lainnya, serta tidak pernah menyempurnakan puasa selama satu bulan kecuali pada bulan Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’ beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’ aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban”.

Baca Juga: Malam Nisfu Sya'ban Malam Ampunan, Umat Islam Dianjurkan Lakukan Istighfar

3. Waktu Diangkatnya Amalan Kepada Allah SWT

Malam Nisfu Sya’ban merupakan saat dimana amal-amal manusia diangkat untuk disetorkan kepada Allah SWT. Hingga sebaiknya amal-amal itu diserahkan dalam keadaan berpuasa, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis berikut:

عن أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ. قَالَ: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ. (رواه النسائي وأبو داود وابن خزيمة. صحيح)

Artinya: “Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid ra: ‘Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat anda berpuasa satu bulan dari berbagai bulan sebagaimana puasa anda dari bulan Sya’ban.’ Beliau menjawab: ‘Sya’ban itu bulan yang dilupakan manusia di antara Rajab dan Ramadhan. Sya’ban adalah bulan yang di dalamnya amal-amal dilaporkan kepada Tuhan semesta alam, maka aku senang amalku dilaporkan sementara aku sedang dalam kondisi berpuasa’.” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah. Shahîh).

Demikian keutamaan-keutamaan dari puasa Nisfu Sya’ban sebagai bagian dari puasa di bulan Sya’ban. Selain berpuasa, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan amalan-amalan seperti berdzikir dan berdoa saat menyambut malam Nisfu Sya’ban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi