Viral! Tim Kampanye Anies Baswedan Bawa-bawa Malaikat Jibril, Begini Hukumnya dalam Islam

AKURAT.CO Potongan pidato Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) Jawa Barat, Haru Suandharu menjadi viral di media sosial.
Dalam kampanyenya, ia mambawa-bawa Malaikat Jibril, berikut narasi lengkap dalam video Haru yang viral,
"Bapak Ibu ingin Pak Anies jadi presiden? Tahu caranya bagaimana? Gimana caranya? Oke, tanggal 14 Februari siap datang ke TPS? Siap coblos nomor 1? Insyaallah. Saya mau ceritakan sebuah kisah. Jika Allah SWT mencintai seorang hamba, dan kita berharap hamba itu namanya Anies Baswedan, dia akan panggil malaikat Jibril. Wahai Jibril, Aku mencintai hamba-Ku yang insyaallah namanya Anies Baswedan. Kabarkan kepada seluruh umat-Ku, seluruh makhluk-Ku, bahwa Aku mencintai Anies Baswedan. Maka Jibril akan mengatakan kepada seluruh makhluk di langit, seluruh makhluk di bumi, cintailah Anies Baswedan. Maka insyaallah makhluk di langit dan mahkluk di bumi semuanya akan mencintai Anies Baswedan dan mendoakan pada 14 Februari insyallah Anies Baswedan presiden Republik Indonesia. Siap Bekasi memenangkan Anies Baswedan 80 persen? Siap menang satu putaran? Pasangan presiden nomor 1 cukup menang satu putaran."
Dalam perspektif Islam, berkampanye mambawa simbol-simbol agama hukumnya dilarang. Karena berpotensi merendahkan simbol-simbol tersebut.
Kenapa? Yang seharusnya simbol-simbol agama diimani dan dijaga dengan kekuatan iman, tak seharusnya kemudian digunakan untuk kepentingan sesaat (pemilu). Sehingga dalam kampanye tidak sepatutnya seseorang membawa-bawa simbol agama, termasuk nama Malaikat Jibril.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








