Sejarah Pertamakali Rasulullah SAW Menerima Wahyu, Penuh Tantangan dan Pengorbanan

AKURAT.CO Pertamakalinya Rasulullah SAW menerima wahyu dari Allah SWT terjadi pada bulan Ramadan, tepatnya pada malam yang dikenal sebagai Lailatul Qadr. Kejadian ini merupakan titik awal dari risalah kenabian dan kelahiran Islam.
Pada saat itu, Rasulullah Muhammad SAW berada di Gua Hira, sebuah gua di pegunungan dekat Makkah. Rasulullah sedang dalam meditasi spiritual ketika malaikat Jibril tiba dengan pesan dari Allah. Saat itu, Rasulullah berusia 40 tahun.
Wahyu pertama yang diterima disampaikan dalam bentuk ayat-ayat yang kemudian dicatat dalam surat Al-'Alaq (96:1-5). Allah SWT berfirman, "Bacalah (wahyu) dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia melalui pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Baca Juga: Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, dari Kehidupan Awal Hingga Berdirinya Islam
Rasulullah SAW awalnya terkejut dan bingung dengan pengalaman tersebut. Beliau pulang ke rumah dan bercerita kepada istrinya, Khadijah RA, yang memberikan dukungan dan keyakinan. Khadijah mengenali kemuliaan Rasulullah dan menghibur dengan memastikan bahwa Allah tidak akan menzalimi beliau.
Penerimaan wahyu setelah itu terjadi secara bertahap selama beberapa tahun. Allah terus menyampaikan petunjuk dan perintah melalui wahyu kepada Rasulullah SAW. Wahyu-wahyu tersebut kemudian dihimpun dalam Al-Qur'an, kitab suci Islam.
Keberhasilan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam kepada masyarakatnya tidak terlepas dari kesabaran, keteguhan, dan dedikasinya untuk menyebarkan ajaran Allah. Peristiwa menerima wahyu pertama menjadi tonggak bersejarah yang menandai awal misi kenabian Rasulullah Muhammad SAW dan pembuka jalan bagi penyebaran Islam di seluruh dunia.
Setelah menerima wahyu pertama, Rasulullah SAW secara sukarela menyampaikan pesan-pesan Ilahi kepada orang-orang di sekitarnya. Meskipun menghadapi tantangan dan oposisi yang besar dari kaum Quraisy yang masih terikat pada praktik-praktik jahiliyah, Rasulullah tetap teguh dalam menyebarkan risalah tauhid dan keadilan.
Wahyu yang terus mengalir kepada Rasulullah mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti hukum, etika, dan norma sosial. Pesan-pesan tersebut mengajarkan tentang kehidupan yang benar, keadilan, belas kasihan, dan kewajiban terhadap sesama manusia. Dalam surat Al-An'am (6:141), Allah memerintahkan Rasulullah untuk menyampaikan wahyu tersebut dengan tegas, "Dan kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya."
Baca Juga: Tanggapi Surat Bawaslu Jakpus Soal Gibran Bagi-bagi Susu di CFD, TKN Pastikan Itu Hanya Rekomendasi
Meskipun mengalami tantangan berat, Rasulullah berhasil membangun komunitas Muslim pertama di Makkah. Orang-orang yang menerima ajarannya, yang dikenal sebagai Sahabat, menjadi pilar-pilar pertama Islam. Mereka mendedikasikan diri untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, meskipun menghadapi persekusi dan penindasan.
Pada tahun ke-13 kenabian, Rasulullah dan para pengikutnya menghadapi penganiayaan yang semakin intensif dari kaum Quraisy. Dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj, Rasulullah SAW melakukan perjalanan malam ke Baitul Maqdis dan mendaki ke langit, di mana Allah memberikan petunjuk lebih lanjut kepada beliau. Peristiwa ini menunjukkan kekuatan dan keberkahan dari risalah kenabian.
Pada tahun 622 M, Rasulullah SAW dan para pengikutnya hijrah ke Madinah, di mana mereka mendirikan negara Islam pertama. Ini menandai perubahan besar dalam sejarah Islam dan memperkuat basis kekuatan Muslim. Rasulullah tidak hanya menjadi pemimpin rohaniah, tetapi juga pemimpin politik dan militer yang bijaksana.
Peristiwa penerimaan wahyu pertama dan perjalanan selanjutnya Rasulullah membentuk landasan ajaran Islam. Kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan Rasulullah pada tugas yang Allah berikan merupakan inspirasi bagi umat Muslim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Sejarah inilah yang membentuk fondasi kuat bagi perkembangan dan penyebaran agama Islam di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









