Jangan Anggap Sepele, Simak 5 Contoh Maksiat Lisan yang Harus Dihindari Setiap Muslim

AKURAT.CO Islam memberikan larangan kepada umatnya untuk terlibat dalam segala jenis maksiat, termasuk larangan terhadap perbuatan maksiat lisan.
Ada banyak contoh perbuatan maksiat lisan dalam Islam yang sering dilakukan oleh banyak orang.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada umatnya untuk selalu menjaga perkataan mereka di setiap tempat yang mereka kunjungi.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (3/1/2024), berikut beberapa contoh bentuk maksiat lisan yang harus dihindari.
5 Contoh maksiat lisan
1. Gibah (Bergunjing)
Dalam Kitab Induk Doa dan Zikir terjemahan Kitab Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, ghibah dijelaskan sebagai perbuatan menyebutkan keburukan seseorang, baik melalui ucapan maupun isyarat, kepada orang lain.
Ghibah dapat diartikan sebagai mengumpat atau menggunjing mengenai kejelekan seseorang kepada pihak lain.
Meskipun apa yang diucapkan dalam ghibah itu mungkin benar, perbuatan ini tetap dilarang dalam Islam karena dapat menyakiti perasaan orang yang digunjingkan, dan pelakunya akan menanggung dosa.
2. Ingkar janji
Perbuatan maksiat lisan terakhir dalam Islam adalah ingkar janji.
Seorang Muslim berdosa jika tidak memenuhi janjinya, dan dosanya melibatkan kebohongan, penipuan, kemunafikan, dan pemberian harapan palsu.
Allah SWT melarang hamba-Nya melanggar janji, sebagaimana disampaikan dalam firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 91.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"
3. Bersumpah palsu
Sumpah palsu biasanya terjadi dalam konteks berdagang atau berbisnis dengan pihak lain.
Misalnya, pedagang yang bersumpah bahwa buah yang dijualnya manis, padahal tidak.
Islam melarang sumpah palsu, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa dalam sumpah palsu, barang mungkin terjual tetapi tidak mendatangkan berkah.
Baca Juga: Doa Terhindar dari Perbuatan Maksiat, Muslim Wajib Tahu
4. Fitnah
Fitnah merujuk pada perkataan yang bertujuan merendahkan seseorang, mencemarkan nama baiknya, dan merugikan kehormatannya.
Allah SWT melarang fitnah dalam surah Al-Baqarah ayat 217, yang menyatakan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.
Hal ini karena fitnah tidak hanya merugikan secara fisik seperti pembunuhan, tetapi juga dapat merusak mental, memicu permusuhan, dan sering kali berujung pada konflik atau perang yang menimbulkan lebih banyak korban.
5. Mengadu domba
Perbuatan maksiat lisan ketiga dalam Islam adalah mengadu domba atau namimah.
Ini mengacu pada menyampaikan informasi yang tidak disukai, baik oleh subjek cerita maupun pendengar.
Allah SWT melarang tindakan ini dalam surah Al-Qalam ayat 10-11 yang mencela orang yang bersumpah palsu, bersifat hina, suka mencela, dan menyebarkan fitnah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








