Islam Beberkan Makna Peristiwa Gerhana Bulan, Alasannya Sangat Ilmiah!

AKURAT.CO - Peristiwa gerhana bulan terjadi hampir setiap tahun. Pemerintah melalui Kementerian Agama mengimbau agar umat Islam melakukan sholat gerhana bulan.
Peristiwa gerhana bulan merupakan peristiwa yang murni merupakan kekuasaan Allah SWT. Ia diciptakan atas dasar kekuasaan Allah SWT.
Saat terjadi peristiwa gerhana bulan Anda juga dianjurkan untuk membaca banyak shalawat. Sebab, peristiwa ini merupakan peristiwa langka, yang patut direnungi.
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Disyariatkannya Salat Gerhana Matahari
Di dalam Al-Qur'an maupun hadits Nabi, peristiwa gerhana bulan memiliki makna yang luar biasa, sangat ilmiah. Berikut penulis paparkan beberapa dalilnya.
Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yâsîn ayat 40:
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya (orbit).
Menurut para ulama, ayat Al-Quran di atas menegaskan bahwa ketidakmungkinan itulah yang membuat gerhana bulan maupun matahari terjadi.
Selain itu disebut dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, yang berbunyi:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah."
Baca Juga: 8 November 2022 Gerhana Bulan, ini Tata Cara Salat Gerhana Lengkap!
Gerhana bulan murni merupakan kekuasan Allah SWT. Ia merupakan kebesaran-Nya yang tidak bisa diganggu-gugat keadaannya.
Ini juga sebagaimana surat Ali Imran ayat 190 sd 191 Allah berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۞الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۞
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Kesimpulannya, gerhana bulan merupakan peristiwa yang murni karena keagungan Allah SWT. Ia terjadi secara alamiah dan ilmiah, sebab antara matahari dan bulan tidak mungkin bertemu secara bersamaan. Gerhana bulan perlu disikapi dengan banyak berdoa kepada Allah SWT, seraya merenungi kebesaran-Nya di jagat raya ini. Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










