Akurat Logo

Stres Berkepanjangan Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 30 Agustus 2026, 23:53 WIB
Stres Berkepanjangan Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi? Ini Penjelasannya
Ilustrasi stres.

AKURAT.CO Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, persoalan keuangan, hingga tuntutan sosial dapat membuat seseorang mengalami stres.

Namun, ketika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya tekanan darah. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah.

Risiko tersebut juga dapat semakin besar apabila stres disertai pola tidur buruk, kurang beraktivitas, kebiasaan merokok, atau pola makan yang tidak sehat.

Mengapa Stres Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah?

Ketika seseorang menghadapi situasi yang membuat stres, tubuh secara alami mengaktifkan respons terhadap tekanan atau bahaya. Hormon seperti adrenalin dan kortisol kemudian meningkat.

Respons tersebut dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah untuk sementara waktu meningkat.

Jika stres terjadi berulang kali atau berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Stres juga dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan kesehatan jantung, seperti kualitas tidur, pola makan, aktivitas fisik, serta konsumsi rokok atau alkohol.

Artinya, stres bukan satu-satunya penyebab hipertensi. Namun, stres berkepanjangan dapat menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan risikonya.

Hipertensi Sering Tidak Menimbulkan Gejala

Tekanan darah tinggi kerap disebut sebagai silent killer karena banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi. Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasakan keluhan apa pun.

Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksa tekanan darah.

Pada kondisi tertentu, tekanan darah yang sangat tinggi dapat disertai keluhan seperti sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, gangguan penglihatan, atau gejala lainnya.

Namun, keluhan tersebut tidak selalu menunjukkan hipertensi dan dapat disebabkan oleh kondisi lain.

Jika mengalami keluhan yang berat atau tekanan darah sangat tinggi, segera mencari pertolongan medis.

Gaya Hidup Bisa Memperbesar Risiko

Stres yang berlangsung lama sering kali berjalan beriringan dengan kebiasaan yang kurang sehat.

Ketika berada di bawah tekanan, seseorang mungkin lebih sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang berolahraga, tidur lebih sedikit, merokok, atau mengonsumsi alkohol.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Konsumsi garam berlebihan;

  • Kurang aktivitas fisik;

  • Pola makan yang kurang sehat;

  • Merokok;

  • Konsumsi alkohol berlebihan;

  • Kurang tidur; dan

  • Berat badan berlebih.

Karena itu, mengelola stres sebaiknya tidak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Baca Juga: TBC Laten vs TBC Aktif pada Orang Dewasa, Kenali Perbedaannya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.