Membedah Mitos dan Fakta Penyakit Tipes yang Sering Disalahpahami

AKURAT.CO Penyakit tipes masih menjadi ancaman meskipun sering dianggap sepele.
Tipes menyebar melalui makanan atau minuman tercemar dan membutuhkan penanganan serius.
Tipes merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh salmonella typhi. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman tercemar tinja/urin orang yang terinfeksi.
Jika tidak segera ditangani, akan menjadi serius dan menimbulkan komplikasi.
Baca Juga: Cara Mengatur Pola Makan untuk Percepat Sembuh dari Tipes
Gejala Tipes
- Demam mulai naik secara bertahap hingga mencapai suhu 39-40°C.
- Sakit kepala, nyeri otot, dan kelemahan.
- Gangguan saluran pencernaan seperti diare atau sembelit, mual dan muntah.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.
Penyebab dan Penularan
- Makanan atau minuman terkontaminasi tinja/urin orang yang terinfeksi.
- Lingkungan dengan sanitasi buruk dan akses air bersih terbatas.
- Orang sudah sembuh tetapi masih menjadi pembawa bakteri dan dapat menularkan ke orang lain.
Baca Juga: Sejumlah Penyebab Tipes dan Tips Mengobatinya
Mitos vs Fakta Tipes
Mitos
- Tipes sama seperti tifus.
- Tipes hanya terjadi pada anak-anak.
- Tipes hanya karena kelelahan.
- Kalau sudah terkena tipes, tidak akan tertular lagi seumur hidup.
Fakta
Tipes dan tifus merupakan dua penyakit yang berbeda.
Tipes (demam tifoid) disebabkan oleh Salmonella typhi, sedangkan tifus (typhus) disebabkan oleh bakteri Rickettsia yang ditularkan melalui kutu atau tungau.
Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga bisa terkena tipes, terutama jika mengonsumsi makanan/minuman yang tidak higienis atau hidup di lingkungan dengan sanitasi buruk.
Kelelahan bisa menurunkan daya tahan tubuh, namun bukan berarti menjadi penyebab utama tipes. Penyebab utama tipes tetap bakteri salmonella typhi.
Tidak ada kekebalan seumur hidup. Seseorang bisa terkena tipes kembali jika pola hidup dan kebersihannya buruk.
Tipes dapat kambuh setelah pengobatan.
Dalam beberapa kasus, gejala muncul kembali setelah pengobatan selesai karena bakteri belum sepenuhnya hilang.
Gejala kambuh muncul sekitar satu minggu hingga dua bulan setelah pengobatan.
Pencegahan Tipes
- Pastikan makanan dan minuman dimasak dengan baik, air minum dari sumber terpercaya atau direbus terlebih dahulu.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Hindari makanan/minuman dari tempat dengan kebersihan meragukan.
- Pertimbangkan vaksinasi tipes terutama jika tinggal atau bepergian ke daerah berisiko tinggi.
Tipes tidak hanya sekadar sakit biasa. Tipes memerlukan perhatian serius, terutama dalam aspek sanitasi, kebersihan makanan/minuman, dan pengobatan yang tuntas.
Dengan memahami mitos dan fakta, gejala dan penyebab, serta menerapkan pencegahan yang tepat, maka dapat terhindar dari risiko sakit dan kambuhnya tipes.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








