Kenapa Sering Ngantuk saat Puasa? Ini Penjelasan Ilmiah yang Jarang Dijelaskan

AKURAT.CO Pernah merasa mata berat sekali menjelang siang saat puasa, padahal aktivitas tidak terlalu berat? Banyak orang mengira penyebabnya cuma karena tidak makan dan minum. Padahal, kenapa ngantuk saat puasa sebenarnya berkaitan dengan perubahan energi di dalam tubuh yang jauh lebih kompleks.
Tubuh yang biasanya mendapat energi dari makanan tiba-tiba harus beradaptasi menggunakan cadangan sendiri. Ditambah perubahan jam tidur dan kurang cairan, tidak heran jika siang hari terasa seperti melawan rasa kantuk terus-menerus.
Yang menarik, kondisi ini sebenarnya normal — bahkan menjadi tanda tubuh sedang beradaptasi.
Kenapa Ngantuk Saat Puasa?
Ngantuk saat puasa terjadi karena tubuh mengalami perubahan metabolisme dan pola hidup secara bersamaan, terutama:
-
Gula darah menurun sehingga energi instan berkurang
-
Tubuh beralih dari energi glukosa ke lemak (ketosis)
-
Pola tidur berubah selama Ramadan
-
Tubuh kekurangan cairan ringan (dehidrasi)
-
Hormon dan ritme biologis ikut berubah
Rasa kantuk biasanya paling terasa pada awal masa puasa atau ketika kualitas tidur tidak cukup baik.
Jika tubuh sudah beradaptasi, energi biasanya menjadi lebih stabil dan rasa ngantuk berkurang.
Perubahan Metabolisme Energi Saat Puasa
Salah satu penyebab utama kenapa orang sering mengantuk saat puasa adalah perubahan sumber energi tubuh.
Normalnya tubuh menggunakan glukosa dari makanan sebagai bahan bakar utama. Saat puasa dimulai, tubuh akan memakai cadangan glikogen di hati dan otot terlebih dahulu.
Cadangan ini biasanya hanya bertahan sekitar 12–36 jam.
Ketika glikogen mulai habis, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai energi melalui proses yang disebut ketosis.
Masalahnya, proses peralihan ini tidak langsung berjalan mulus. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengaktifkan enzim dan jalur metabolisme baru.
Akibatnya muncul kondisi seperti:
-
Energi terasa lambat keluar
-
Tubuh terasa lemas
-
Konsentrasi menurun
-
Muncul "brain fog"
Otak juga awalnya masih terbiasa menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Saat pasokan menurun, aktivitas otak sedikit melambat sebelum akhirnya beradaptasi menggunakan keton dari lemak.
Inilah sebabnya banyak orang merasa ngantuk terutama pada minggu pertama puasa.
Gangguan Tidur dan Ritme Tubuh Saat Ramadan
Banyak orang tidak sadar bahwa penyebab terbesar kantuk saat puasa Ramadan justru bukan makanan, tetapi tidur.
Selama Ramadan, jam tidur biasanya berubah:
-
Bangun lebih awal untuk sahur
-
Tidur lebih larut setelah tarawih
-
Waktu tidur malam berkurang
Penelitian menunjukkan durasi tidur malam selama Ramadan bisa berkurang sekitar 1 jam, yang berhubungan dengan meningkatnya kantuk di siang hari.
Studi Kerkeni et al., Sleep Medicine (2024) menemukan bahwa puasa Ramadan sering dikaitkan dengan:
-
Penurunan kualitas tidur
-
Kantuk berlebih di siang hari
-
Gangguan siklus tidur
Ketika tubuh mengalami "utang tidur", rasa ngantuk hampir tidak bisa dihindari walaupun asupan makanan cukup.
Turunnya Gula Darah Membuat Energi Menurun
Gula darah merupakan sumber energi tercepat untuk tubuh dan otak.
Selama puasa, kadar gula darah turun secara bertahap karena tidak ada asupan makanan baru.
Akibatnya muncul gejala seperti:
-
Tubuh terasa lemas
-
Sulit fokus
-
Kepala terasa ringan
-
Mata terasa berat
Ini adalah respons normal tubuh yang mencoba menghemat energi.
Menariknya, kantuk tidak hanya terjadi saat puasa. Setelah berbuka pun banyak orang merasa mengantuk.
Fenomena ini disebut post-meal sleepiness, yaitu kondisi ketika tubuh mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan sehingga memicu rasa rileks dan kantuk.
Dehidrasi Ringan Bisa Memicu Kantuk
Puasa Ramadan melarang minum selama berjam-jam. Akibatnya tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari.
Dehidrasi menyebabkan:
-
Volume darah menurun
-
Sirkulasi kurang optimal
-
Otak menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi
Kondisi ini membuat tubuh terasa lesu dan mudah mengantuk.
Selain itu, tubuh juga bisa kehilangan elektrolit penting seperti:
-
Natrium
-
Kalium
-
Magnesium
Elektrolit berperan penting dalam kerja saraf dan otot. Ketika tidak seimbang, tubuh lebih cepat merasa lelah.
Perubahan Hormon yang Membuat Tubuh Lebih Santai
Puasa juga memengaruhi hormon yang berhubungan dengan energi dan kewaspadaan.
Salah satunya adalah kortisol, hormon yang membantu tubuh mengatur energi dan stres.
Fluktuasi kortisol dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan sepanjang hari.
Beberapa penelitian juga menunjukkan perubahan neurotransmitter seperti orexin yang berperan dalam menjaga tubuh tetap terjaga.
Namun efek ini berbeda-beda pada setiap orang.
Tidak Semua Orang Akan Mengantuk Saat Puasa
Menariknya, tidak semua penelitian menemukan puasa menyebabkan kantuk berlebih.
Penelitian Ahmed et al., Journal of Research in Medical Sciences (2013) menunjukkan tidak ada peningkatan kantuk signifikan jika kualitas tidur tetap baik.
Review Frontiers in Nutrition (2024) juga menyebutkan hasil penelitian tentang puasa dan tidur masih beragam.
Artinya, rasa ngantuk bukan disebabkan puasa semata, tetapi kombinasi beberapa faktor seperti:
-
Jam tidur
-
Aktivitas harian
-
Pola makan sahur
-
Paparan cahaya
-
Jam kerja
Ngantuk Saat Puasa Lebih Banyak Soal Gaya Hidup
Banyak orang menyalahkan puasa ketika merasa tidak produktif. Padahal dari sisi ilmiah, ngantuk saat puasa lebih sering disebabkan perubahan gaya hidup daripada puasanya sendiri.
Ironisnya, sebagian orang tidur lebih larut selama Ramadan tetapi berharap tetap segar di siang hari.
Tubuh sebenarnya mampu beradaptasi dengan puasa dan menghasilkan energi stabil dari lemak. Bahkan setelah adaptasi, banyak orang melaporkan fokus mental yang lebih baik.
Masalahnya, fase adaptasi sering terganggu oleh:
-
Kurang tidur
-
Sahur tidak bergizi
-
Kurang minum
-
Begadang
Akibatnya tubuh terus berada di fase "transisi energi" yang membuat cepat lelah.
Baca Juga: Mengantuk Saat Mulai Belajar? Ternyata Ini Penyebabnya
Baca Juga: Tips Supaya Tidak Mengantuk saat Membaca Al-Qur'an
Contoh Nyata: Kenapa Kantuk Paling Parah Jam 1 Siang?
Bayangkan seseorang sahur pukul 04.00 lalu tidur lagi hanya satu jam.
Pukul 13.00:
-
Gula darah sudah turun
-
Tubuh mulai dehidrasi ringan
-
Kurang tidur mulai terasa
-
Metabolisme sedang hemat energi
Hasilnya:
-
Mata berat
-
Fokus menurun
-
Produktivitas turun
Ini bukan tanda tubuh kekurangan energi total, tetapi tanda tubuh sedang mengatur ulang penggunaan energi.
Kenapa Penjelasan Ini Penting?
Memahami kenapa kita mudah ngantuk saat puasa penting terutama bagi:
-
Pelajar dan mahasiswa
-
Pekerja kantoran
-
Freelancer
-
Pekerja shift pagi
Jika penyebabnya tidak dipahami, banyak orang mengira tubuh "tidak kuat puasa", padahal masalahnya ada pada pola tidur dan cairan.
Mengabaikan hal ini bisa berdampak pada:
-
Produktivitas kerja turun
-
Konsentrasi menurun
-
Risiko kesalahan meningkat
-
Mood tidak stabil
Sebaliknya, jika pola tidur dan nutrisi dijaga, banyak orang justru merasa energi lebih stabil selama puasa.
Penutup
Rasa kantuk saat puasa sering terasa seperti tanda tubuh melemah, padahal sebenarnya tubuh sedang belajar menggunakan energi dengan cara baru. Adaptasi ini tidak selalu nyaman, tetapi justru menunjukkan sistem metabolisme bekerja menyesuaikan diri.
Mungkin pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi kenapa kita ngantuk saat puasa, tetapi apakah gaya hidup selama puasa sudah membantu tubuh beradaptasi dengan baik.
Pantau terus kebiasaan harian selama puasa untuk melihat bagaimana tubuh merespons dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Sering Dipertanyakan! Ini Hukum Puasa untuk Pekerja Tambang, Musafir, dan Bekam
Baca Juga: Hukum Meminta Maaf kepada Orang Terdekat sebelum Bulan Puasa Ramadhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









