AKURAT.CO Saat cuaca panas ekstrem, tubuh kita tidak hanya mengalami ketidaknyamanan fisik, tetapi juga mengalami perubahan fisiologis dan psikologis yang membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi atau kehilangan kesabaran.
Para ahli menyebut bahwa panas ekstrem memengaruhi sumber daya emosional dan cara otak kita memproses stres.
Baca Juga: Apakah Boleh Minum Air Es saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Lengkap yang Akurat
Bagaimana Cuaca Panas Mempengaruhi Emosi?
1. Stres pada tubuh dan pelepasan hormon
Saat panas, tubuh bekerja keras mengatur suhu internal melalui keringat dan distribusi darah. Proses ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang bisa meningkatkan reaktivitas emosional dan membuat kita lebih mudah marah.
2. Pengurangan energi untuk mengatur emosi
Sebagian besar energi tubuh berfokus pada upaya pendinginan, sumber daya yang tersisa untuk berpikir logis atau pengendalian emosi menjadi berkurang.
Faktor Tambahan yang Memperparah Emosi Saat Panas
1. Gangguan Tidur
Panas pada malam hari bisa mengganggu kualitas tidur yang diperlukan untuk keseimbangan emosi.
Kualitas tidur yang buruk membuat kemampuan kita mengatasi stres berkurang sehingga mudah marah.
2. Lelah dan Ketidaknyamanan
Keringat berlebih, dehidrasi, atau rasa tidak nyaman fisik membuat pikiran lebih cepat terpicu hal-hal sepele sehingga emosi menjadi kurang stabil.
Baca Juga: 6 Efek Cuaca Panas terhadap Kesehatan: Waspadai Dehidrasi dan Heatstroke!
Tips Mengatasi Mudah Emosi Saat Cuaca Panas
1. Tetap Terhidrasi
Pentingnya minum air secara cukup untuk membantu tubuh dalam proses pendinginan dan mengurangi stres.
2. Cari Suasana Lebih Dingin
Jika perlu, lakukan aktivitas di dalam ruangan ber-AC atau tempat teduh pada puncak terik matahari untuk mencegah tekanan panas pada tubuh.
3. Atur Aktivitas di Sore atau Pagi Hari
Rencanakan aktivitas yang menuntut konsentrasi atau interaksi penting saat suhu tidak terlalu tinggi agar emosi tetap terkendali.
4. Jaga Kualitas Tidur
Gunakan kipas angin, AC, atau ventilasi yang baik di malam hari supaya tidur lebih nyaman dan emosi lebih stabil pada esok harinya.
Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh gerah, tetapi juga memicu emosi negatif dan reaktivitas yang lebih tinggi karena perubahan pada hormon serta kerja otak dan tubuh dalam menghadapi suhu tinggi.
Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan langkah sederhana untuk menjaga kondisi fisik dan mental, kita bisa mengurangi dampak negatif cuaca panas terhadap mood dan emosi.
Marina Yeremin Sindika Sari (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









