AKURAT.CO Jantung berdebar kencang bisa disebabkan oleh banyak hal. Kondisi ini mungkin muncul karena stres, rasa cemas, konsumsi kafein berlebih, kurang tidur, atau aktivitas fisik yang berat.
Dalam beberapa kasus, jantung berdebar juga bisa menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu.
Untuk itu, penting mengetahui cara sederhana yang dapat membantu menenangkan jantung dan mengembalikan detaknya ke ritme normal.
Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gelisah dan Jantung Berdebar
Langkah Pertolongan Pertama
Salah satu cara paling mudah untuk menenangkan detak jantung yang cepat adalah melakukan latihan pernapasan dalam.
Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sebentar, kemudian hembuskan secara perlahan melalui mulut.
Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks dan jantung mulai berdetak lebih tenang.
Selain itu, minum air hangat juga bisa membantu.
Air hangat dapat menenangkan sistem saraf sekaligus membantu mengeluarkan zat seperti kafein dari tubuh yang dapat memicu jantung berdebar.
Manuver vagal juga dapat dicoba untuk menstimulasi saraf vagus yang berperan dalam mengatur detak jantung. Caranya dengan duduk tegak, tarik napas dalam sambil menutup mulut dan mencubit hidung, lalu embuskan perlahan seolah sedang mengejan selama sekitar 10 hingga 15 detik. Cara ini bisa diulang beberapa menit kemudian bila masih diperlukan.
Perubahan Gaya Hidup
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko jantung berdebar di kemudian hari.
Hindari konsumsi berlebihan kafein, alkohol, dan nikotin karena ketiganya dapat mempercepat detak jantung.
Minuman berenergi juga sebaiknya dibatasi karena mengandung stimulan yang dapat memicu reaksi serupa.
Mengelola stres juga penting agar jantung tetap sehat.
Luangkan waktu untuk kegiatan yang menenangkan seperti meditasi, yoga, mendengarkan musik, atau berjalan santai.
Tidur yang cukup juga sangat berpengaruh. Pastikan Anda beristirahat minimal tujuh hingga delapan jam setiap malam agar tubuh dapat memulihkan diri dengan optimal.
Perhatikan pula asupan nutrisi harian. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan penuhi kebutuhan elektrolit seperti kalium, kalsium, serta magnesium yang banyak terdapat dalam pisang, alpukat, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
Lakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya berjalan kaki, berenang, atau bersepeda untuk membantu menjaga fungsi jantung tetap stabil.
Baca Juga: Waspada Aritmia! Jantung Berdebar Disertai Mudah Lelah Pertandanya
Kapan Perlu ke Dokter
Detak jantung yang cepat tidak selalu berbahaya, tetapi perlu diwaspadai bila sering terjadi tanpa sebab yang jelas atau disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, atau pingsan. Bila hal tersebut terjadi, segera periksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai, baik melalui terapi, obat-obatan, maupun prosedur medis tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









