Matcha Terbuat dari Apa? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan!

AKURAT.CO Pertanyaan mengenai matcha terbuat dari apa, sudah membuat banyak orang penasaran termasuk dengan manfaatnya bagi kesehata.
Matcha adalah jenis teh hijau khas Jepang yang sejak zaman dahulu dibuat dengan cara tradisional, yaitu menggiling daun teh menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus (stoneground).
Matcha asli Jepang dikenal memiliki cita rasa yang kaya dengan karakter vegetal (seperti sayuran hijau), umami yang kuat, tekstur kental, tidak pahit maupun asam, serta meninggalkan sedikit rasa manis di akhir.
Berikut ini informasi lengkap mengenai matcha, jenis teh yang unik dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga: Resep Matcha Latte Kekinian, Rasa Cafe Modal Dapur Sendiri
Matcha Terbuat dari Apa?
Menurut informasi ITO-EN Global, matcha berasal dari daun teh Camellia sinensis jenis Tencha yang dibudidayakan dengan metode khusus bernama Kultur Tertutup.
Dalam metode ini, tanaman teh ditutupi jaring atau kain berwarna gelap untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Proses pembuatan matcha tersebut membantu meningkatkan produksi klorofil, sehingga daun menjadi lebih hijau dan mengandung lebih banyak antioksidan, theanin, serta kafein.
Setelah itu, tanaman teh biasanya ditutup selama lebih dari 20 hari sebelum dipanen. Daun teh dikukus agar warnanya tidak berubah, lalu dikeringkan hingga menjadi tencha.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Matcha, Minuman Kekinian Favorit Gen Z!
Selanjutnya, tencha digiling menggunakan alat batu tradisional hingga menjadi bubuk halus. Proses ini menghasilkan matcha dengan cita rasa alami yang lebih kuat dan khas.
Kandungan Gizi dalam Bubuk Matcha
Matcha memiliki perbedaan dengan teh hijau biasa karena dibuat dari daun teh berkualitas tinggi yang digiling halus hingga menjadi bubuk.
Di dalam bubuk matcha yang sudah diolah terdapat berbagai vitamin seperti vitamin C dan A, serat, asam amino termasuk L-theanine, kafein alami, serta mineral penting seperti magnesium dan kalium.
Salah satu kandungan utama yang menonjol adalah polifenol, terutama katekin, senyawa fenolik dengan kemampuan antioksidan yang bahkan lebih kuat dibanding vitamin C dalam melawan radikal bebas.
Selain katekin, matcha juga mengandung flavonoid dan glutathione, dua jenis antioksidan yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh.
Manfaat Konsumsi Matcha untuk Kesehatan
1. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Matcha dikenal mampu membantu menjaga fokus dan kejernihan pikiran. Kandungan L-theanine, yaitu asam amino alami dalam matcha, bekerja bersama kafein untuk merangsang aktivitas otak yang mendukung relaksasi sekaligus meningkatkan konsentrasi.
2. Menurunkan Risiko Kanker
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kandungan katekin dalam matcha, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker berkat sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.
Mengonsumsi matcha secara rutin sebagai bagian dari pola makan yang kaya antioksidan dapat membantu mendukung pencegahan kanker, terutama jika disertai dengan gaya hidup sehat.
3. Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Kandungan katekin di dalamnya berperan dalam mempercepat metabolisme dan membantu tubuh membakar lemak lebih efisien.
Meski begitu, hasil optimal tetap membutuhkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan seimbang.
4. Sumber Antioksidan yang Melimpah
Matcha memiliki kadar antioksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Kandungan ini membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel, menjaga daya tahan tubuh, serta mendukung kulit tampak lebih sehat dan segar secara alami.
5. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan polifenol, terutama katekin, dalam matcha berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta mencegah oksidasi lemak di dalam darah.
Manfaat ini membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung serta gangguan kardiovaskular lainnya.
Jika kamu ingin asupan nutrisi harian tetap seimbang atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum rutin mengonsumsi matcha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







