Tips Merawat Rambut Bayi agar Tumbuh Lebat dan Sehat

AKURAT.CO Rambut bayi yang tumbuh lebat dan sehat sering menjadi dambaan para ibu dan ayah.
Namun, tidak semua bayi memiliki pertumbuhan rambut yang sama, ada yang cepat tumbuh lebat, ada juga yang masih tipis meski usianya bertambah. Perbedaan ini wajar karena setiap bayi memiliki kondisi kulit kepala, faktor genetik dan asupan gizi yang berbeda.
Untuk membantu rambut si kecil tumbuh lebih lebat dan sehat, perawatan yang tepat perlu dilakukan sejak dini.
Artikel ini akan membagikan tips cara merawat rambut bayi agar lebat dan sehat secara alami.
Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Rambut Halus serta Manfaatnya!
Beragam Cara Melebatkan Rambut Bayi
Ada beragam cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut agar lebih lebat sekaligus sehat.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan sehari-hari:
1. Menjaga Kebersihan Kulit Kepala Bayi
Cuci rambut bayi 2-3 kali seminggu menggunakan sampo khusus bayi dan air hangat. Hindari keramas terlalu sering karena dapat mengurangi minyak alami yang bermanfaat bagi kulit kepala.
2. Gunakan Kondisioner Khusus Bayi
Gunakan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk bayi. Kondisioner membantu melembapkan kulit kepala, menjaga kekuatan rambut, serta mengurangi risiko kerusakan pada rambut. Selain itu, penggunaan kondisioner juga dapat mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
3. Pilih Handuk yang Lembut
Saat mengeringkan rambut, gunakan handuk halus dan keringkan dengan lembut. Handuk yang kasar dapat merusak folikel rambut. Cukup tepuk atau usap perlahan hingga setengah kering. Setelah itu, bisa ditambahkan minyak rambut bayi untuk menjaga kelembapan.
Baca Juga: Tips Perawatan Rambut agar Tidak Mudah Lepek
4. Menyisir Rambut Secara Rutin
Menyisir rambut bayi secara rutin membantu menjaga kebersihan rambut sekaligus merangsang sirkulasi di kulit kepala. Sisir rambut bayi dengan sisir bergigi jarang atau gunakan sisir lembut khusus bayi. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kebersihan, mengurangi kerontokan, sekaligus merangsang pertumbuhan rambut.
5. Mengurai Rambut Kusut
Jika rambut bayi keriting atau mudah kusut, sisir secara rutin agar tidak menimbulkan kerontokan berlebih yang membuat rambut terlihat tipis. Sisirlah secara rutin agar rambut tidak menumpuk dan rontok. Rambut yang rapi akan lebih mudah tumbuh dengan sehat dan tampak lebih tebal.
6. Penuhi Nutrisi yang Seimbang
Nutrisi berperan penting dalam pertumbuhan rambut. ASI eksklusif serta MPASI bergizi dengan kandungan vitamin A, C, E, zat besi, dan protein dapat mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
7. Hindari Ikatan Rambut yang Terlalu Kencang
Mengikat rambut bayi terlalu kuat bisa merusak folikel dan menyebabkan kerontokan. Biarkan rambut terurai atau gunakan aksesori berbahan lembut seperti bando kain.
8. Gunakan Minyak Kemiri
Minyak kemiri kaya akan omega-3 dan vitamin E yang baik untuk pertumbuhan rambut. Gunakan minyak kemiri murni, oleskan secara tipis pada kulit kepala, pijat lembut, lalu bilas setelah 30–60 menit.
9. Gunakan Minyak Kelapa
Selain minyak kemiri, minyak kelapa juga bermanfaat karena kandungan vitamin E-nya. Oleskan secara rutin beberapa kali seminggu untuk membantu melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala.
Baca Juga: Rambut Panjang Rontok? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
10. Mencukur Rambut
Tradisi mencukur rambut dipercaya dapat merangsang pertumbuhan rambut baru yang lebih merata. Meski efektivitasnya belum terbukti secara ilmiah, mencukur dapat membuat pertumbuhan rambut terlihat lebih rapi.
11. Perhatikan Posisi Tidur Bayi
Tidur telentang terlalu lama bisa menyebabkan gesekan antara kepala dan bantal yang berpotensi menghambat pertumbuhan rambut. Cobalah variasi posisi tidur atau lakukan tummy time agar tekanan pada kepala berkurang.
Jauhi Bahan Berbahaya pada Produk Rambut Bayi
Bayi memiliki kulit kepala yang sangat sensitif dan sistem pertahanan tubuh yang belum matang sepenuhnya. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan dalam setiap produk perawatan rambut yang digunakan.
Beberapa bahan kimia tertentu bisa memicu iritasi, alergi, hingga menimbulkan efek samping serius jika dipakai dalam jangka panjang. Berikut beberapa bahan yang perlu dihindari:
● Pewangi sintetis
Banyak sampo bayi yang mengandung bahan pewangi. Namun, kandungan kimia di dalam parfum biasanya terdiri dari ratusan zat yang bisa memicu alergi, asma, hingga iritasi kulit kepala bayi. Karena kulit bayi masih sangat sensitif, sebaiknya pilih sampo yang berlabel fragrance-free atau tanpa tambahan parfum.
● Ftalat dan paraben
Kedua bahan ini digunakan sebagai pengawet dalam sampo cair. Ftalat diketahui dapat mengganggu sistem hormon, sementara paraben berpotensi menimbulkan iritasi kulit dan gangguan hormon pada bayi. Meskipun dalam jumlah kecil dianggap aman, lebih baik tetap menghindari produk dengan kandungan paraben dan ftalat demi keamanan jangka panjang.
● Formaldehida dan pelepas formaldehida
Bahan ini biasanya dipakai untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada sampo berbasis air. Sayangnya, formaldehida termasuk zat karsinogen yang bisa menyebabkan reaksi alergi, ruam, hingga risiko kanker jika terpapar dalam jangka panjang. Di label, formaldehida bisa muncul dengan nama lain seperti quaternium-15 atau DMDM hydantoin.
● 1,4-dioksan
Zat ini biasanya muncul sebagai produk sampingan dari proses pembuatan bahan pembersih seperti sodium laureth sulfate (SLES) dan polyethylene glycol (PEG). Walaupun tidak selalu tertulis di label, 1,4-dioksan dicurigai sebagai zat penyebab kanker dan bisa memicu alergi kulit. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya hindari sampo dengan bahan kimia berakhiran -eth atau -xynol.
Baca Juga: Potongan Gaya Rambut Pendek Pria: Tren Terkini dan Tips Memilih yang Tepat
● Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES)
Kedua bahan ini berfungsi menghasilkan busa melimpah pada sampo. Namun, karena sifatnya cukup keras, SLS dan SLES bisa menyebabkan kulit kepala bayi kering, gatal, dan iritasi. Apalagi, dalam proses produksi SLES sering terbentuk 1,4-dioksan.
● Minyak mineral (Mineral Oil)
Sebagian produk perawatan rambut bayi menambahkan minyak mineral untuk melembutkan rambut. Namun, bahan ini justru bisa menyumbat pori-pori kulit kepala dan membuat kulit sulit bernapas. Sebagai gantinya, lebih aman menggunakan minyak alami seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.
Kesimpulan
Merawat rambut bayi agar tumbuh lebat dan sehat membutuhkan perhatian sejak dini melalui langkah sederhana seperti menjaga kebersihan kulit kepala, menggunakan produk khusus bayi, serta memenuhi kebutuhan nutrisi.
Perawatan alami seperti minyak kemiri atau minyak kelapa juga dapat mendukung pertumbuhan rambut. Selain itu, penting untuk menghindari produk dengan bahan kimia berbahaya seperti paraben, ftalat, formaldehida, dan SLS yang dapat mengiritasi kulit kepala bayi.
Dengan perawatan yang tepat, rambut bayi bisa tumbuh lebih kuat, sehat dan sekaligus tampak indah.
Baca Juga: Gaya Rambut Pria Sesuai Bentuk Muka yang Tren di 2025
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









