HUT ke-104, Rumah Sakit Santo Borromeus Tekankan Pentingnya Tindakan Promotif dan Preventif

AKURAT.CO Dalam rangka menyongsong HUT ke-104, Rumah Sakit Santo Borromeus melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Bandung dan Jawa Barat.
Perayaan HUT ke-104, Rumah Sakit Santo Borromeus dilakukan melalui serangkaian kegiatan seperti peluncuran komunitas Borromeus Runners dengan berlari sejauh 5 kilometer, Salsation bersama, penyelenggaraan talk show bertajuk "Burden of Health Problems in Bandung: The Importance of Promotive and Preventive Medicine (Beban Kesehatan di Kota Bandung: Pentingnya Pengobatan Promotif dan Preventif)", peluncuran Borromeus Health Travel Services sampai donor darah guna mendukung ketersediaan di PMI Unit Transfusi Darah Kota Bandung.
Direktur Utama Rumah Sakit Santo Borromeus, dr. Chandra Mulyono, Sp.S, yang diwakili oleh dr. Marvin Marino, SpGK, AIFO-K, selaku Direktur Medis mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang rumah sakit yang telah hadir dan melayani masyarakat Bandung serta Jabar selama 104 tahun.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, 32 Rumah Sakit Siap Dibangun
"Dalam rangka menyongsong hari jadi yang ke-104 adalah momen penuh syukur bagi kami. Selama lebih dari satu abad, kami dipercaya mendampingi masyarakat Bandung dan Jawa Barat dalam menjaga kesehatan dan amanah ini akan terus kami pegang," kata dr. Marvin, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Dia menyadari bahwa tantangan kesehatan semakin kompleks, dari penyakit menular seperti DBD hingga penyakit tidak menular yang terus meningkat.
Karena itu, Rumah Sakit Santo Borromeus berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat upaya promotif serta preventif. Agar masyarakat bukan hanya dirawat saat sakit tetapi juga terlindungi sebelum sakit.
"Terima kasih kepada para mitra, termasuk Takeda dan seluruh pihak, yang telah berpartisipasi dalam perayaan ini. Dan kepada masyarakat Bandung dan Jawa Barat atas kepercayaannya yang diberikan selama ini," ujar dr. Marvin.
DBD Ancaman Serius
Di antara serangkaian kegiatan perayaan HUT ke-104 Rumah Sakit Santo Borromeus, sesi talk show menjadi sorotan utama karena menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.
Salah satu isu yang dibahas secara mendalam adalah demam berdarah dengue atau DBD, yang terus menjadi ancaman serius di Jabar. Dengan kasus yang meningkat dan berdampak luas pada keluarga dan komunitas.
Baca Juga: Puan Maharani: Rumah Sakit Asing Boleh Masuk, tapi Kedaulatan Kesehatan Harus Dijaga
Data Kementerian Kesehatan mencatat, sampai minggu ke-25 tahun 2025, Jabar tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Indonesia, yaitu 17.281 kasus.
Angka kematian akibat DBD di Jabar juga menempati urutan kedua tertinggi secara nasional dengan jumlah 61 kasus.
Data yang sama menempatkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi nasional kedua dan ketiga, yaitu sebanyak 1.475 dan 1.465 kasus.
Baca Juga: RS Pondok Indah Group Kembali Masuk Daftar Rumah Sakit Terbaik Se-Asia Pasifik Versi Newsweek
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Sony Adam, SH, MM, menyampaikan, kasus DBD di wilayahnya masih menjadi tantangan besar bagi semua.
Angka yang tercatat hingga pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa penyakit DBD tetap menjadi ancaman nyata bagi keluarga dan komunitas.
Dinas Kesehatan Kota Bandung telah melakukan berbagai langkah, mulai dari edukasi masyarakat, peningkatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk hingga mendorong pemanfaatan pencegahan yang inovatif seperti vaksinasi.
Baca Juga: Bethsaida Healthcare Jalin Kerja Sama dengan Jejaring Rumah Sakit Luar Negeri dan Evakuasi Medis
"Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak setiap keluarga untuk lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan di rumah masing-masing. Jika pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat berjalan bersama, kita dapat menekan kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di Jawa Barat," jelas dr. Sony.
Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, salah satu mitra dalam penyelenggaraan peringatan HUT ke-104 Rumah Sakit Santo Borromeus menyampaikan rasa bangga karena dapat berpartisipasi dalam peringatan penting ini.
Sejarah panjang Rumah Sakit Santo Borromeus menunjukkan bahwa keberlanjutan pelayanan kesehatan lahir dari dedikasi dan komitmen.
Momen ini menegaskan kembali peran Takeda sebagai mitra jangka panjang dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan DBD.
Baca Juga: Pemerintah Fokus Tingkatkan Fasilitas Rumah Sakit di Wilayah 3T
"Komitmen kami tidak hanya pada akses obat dan pencegahan inovatif tetapi juga pada edukasi dan langkah pencegahan di masyarakat. Untuk dapat memerangi DBD, kita semua harus bergerak sekarang dengan melakukan tiga hal, meningkatkan kesadaran dan edukasi, menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M Plus serta mempertimbangkan pencegahan yang inovatif. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang," terang Andreas.
Selain menyoroti DBD, Rumah Sakit Santo Borromeus juga mengingatkan bahwa beban penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya terus meningkat di Bandung dan Jabar.
Melalui talk show yang menargetkan lebih dari 800 warga Bandung ini, Rumah Sakit Santo Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarga dengan menjalankan pola hidup sehat serta langkah pencegahan sejak dini.
Baca Juga: JEC Eye Hospitals and Clinics Raih Top Brand Award 2025 untuk Rumah Sakit Mata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









