Akurat

Kenali Penyebab Kulit Gatal saat Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Ikhwan Fajar Ramadhan | 25 April 2025, 09:43 WIB
Kenali Penyebab Kulit Gatal saat Hamil, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah kulit terasa gatal. Selama kehamilan, kulit menjadi gatal sering terjadi, terutama pada trimester pertama.

Biasanya, area tubuh yang paling sering terasa gatal adalah perut, payudara, tangan, dan kaki. Hal ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, apabila tidak segera diobati. Prevalensi gatal pada ibu hamil cukup tinggi, dengan perkiraan sekitar 14-40%.

PAFI dengan alamat website pafirangkasbitung.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika, standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset di bidang farmasi.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab kulit gatal saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Baca juga: Kenali Penyebab Bibir Kering dan Gatal pada Ibu Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan

Apa saja faktor penyebab terjadinya kulit gatal saat hamil?

Secara umum, kulit gatal pada ibu hamil cukup mengganggu. Gatal ini bisa muncul di bagian tubuh tertentu seperti leher, siku, selangkangan, atau kaki, dan juga dapat terjadi di seluruh tubuh. Kadang-kadang kulit yang gatal disertai dengan gejala lain seperti ruam, kemerahan, bentol, bintil, atau kulit kering dan pecah-pecah. Jika digaruk terus-menerus, gatal dapat menyebabkan luka dan infeksi lanjutan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya kulit gatal selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Selama kehamilan, terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang signifikan. Perubahan hormon ini menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan, sehingga mudah terasa gatal. Sensitivitas ini membuat kulit bereaksi berbeda terhadap faktor lingkungan seperti suhu, bahan kimia, atau air kolam renang yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah.

2. Kulit meregang dan keringat berlebih

Pertumbuhan janin menyebabkan kulit di area perut, payudara, dan paha meregang secara cepat. Peregangan ini mengurangi kelembapan alami kulit, sehingga kulit menjadi kering dan gatal. Stretch mark yang muncul akibat peregangan kulit juga sering menimbulkan rasa gatal yang cukup mengganggu. Kemudian, produksi keringat meningkat selama kehamilan, terutama di area lipatan kulit atau di bawah pakaian ketat. Keringat yang berlebih dapat menyumbat kelenjar keringat dan menyebabkan ruam panas yang gatal.

Baca juga: Kenali Penyebab Sariawan pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

3. Mengalami kulit kering

Xerosis atau kulit kering memang sering terjadi selama kehamilan. Perubahan hormon dan faktor lingkungan dapat menyebabkan kulit menjadi sangat kering, mengelupas, dan gatal. Kulit kering ini bisa diperparah oleh penggunaan produk perawatan yang mengandung bahan kimia keras atau cuaca yang kering. Selain itu, beberapa penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan alergi dapat kambuh atau memburuk selama kehamilan, menimbulkan gatal yang mengganggu. Alergi kulit selama kehamilan juga dapat menyebabkan infeksi jika tidak diatasi dengan baik.

4. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir yang menyebabkan kulit gatal saat hamil seperti kolestasis dan prurigo. Kolestasis adalah gangguan aliran empedu yang menyebabkan penumpukan cairan empedu dalam tubuh. Sedangkan prurigo adalah kondisi munculnya bintil-bintil kecil yang sangat gatal akibat perubahan hormon dan sistem imun selama kehamilan. Kondisi ini relatif jarang terjadi dan biasanya muncul pada trimester kedua atau ketiga.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati kulit gatal saat hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama kulit gatal pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala kulit gatal selama kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Biolane pour elle

Biolane pour elle merupakan salep dan krim topikal yang aman dan diresepkan oleh apoteker untuk ibu hamil. Salep ini mengandung bahan alami seperti hydra-bleine, argan oil, dan vitamin E yang menutrisi kulit, mengurangi dehidrasi, dan menjaga elastisitas kulit sehingga dapat meredakan gatal secara efektif dengan risiko alergi minimal. Cara penggunaannya cukup oleskan secara merata pada area kulit yang gatal, terutama perut dan payudara, 2-3 kali sehari.

Baca juga: Kenali Penyebab Sakit Gigi Sering Kambuh saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

2. Palmer’s cocoa butter massage cream

Palmer’s cocoa butter massage cream termasuk obat salep dan krim topikal untuk menghilangkan gatal selama kehamilan. Salep ini dapat melembapkan kulit secara intensif, membantu mencegah stretch mark, dan meredakan rasa gatal akibat peregangan kulit. Cara penggunaannya adalah cukup oleskan setiap hari, terutama setelah mandi, dengan pijatan lembut pada area perut dan payudara.

3. Miconazole nitrate

Miconazole nitrate merupakan salep terbaik untuk menghilangkan jamur penyebab gatal pada kulit selama kehamilan. Salep ini mengandung olive oil, shea butter, sweet almond oil, vitamin E yang dapat melembapkan dan menutrisi kulit, menjaga elastisitas kulit, mengurangi rasa gatal akibat peregangan.

4. Antihistamin

Pada kasus gatal yang sangat parah dan disebabkan oleh alergi, apoteker mungkin meresepkan antihistamin yang aman untuk ibu hamil, seperti loratadine atau cetirizine. Namun, penggunaan obat ini harus diresepkan langsung oleh apoteker.

Baca juga: Kenali Penyebab Radang Tenggorokan saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi kulit gatal selama kehamilan adalah memakai pakaian longgar atau berbahan katun, serta hindari mandi air panas dengan sabun keras. Mandi dengan air hangat dan menggunakan sabun khusus ibu hamil membantu menjaga kelembapan kulit. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.