Waspada, Ini Bahaya Kurang Tidur pada Bulan Puasa yang Harus Diketahui

AKURAT.CO Bulan suci Ramadhan telah tiba dan jutaan umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa. Namun, di tengah semangat beribadah dan menjalankan puasa, ada satu hal yang sering diabaikan, yaitu tidur yang cukup.
Kurang tidur pada bulan puasa dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang, di antaranya dapat mengganggu fungsi normal tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Ternyata Ini Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan
Pada bulan puasa, ketika pola tidur dan pola makan mengalami perubahan, risiko kurang tidur dapat meningkat. Dengan demikian risiko terjadinya sejumlah penyakit juga semakin meningkat dan tentunya akan mempengaruhi kesehatan tubuh.
Mengutip dari berbagi sumber pada Kamis (14/3/2024), berikut ini sejumlah bahaya kurang tidur saat bulan puasa tiba yang harus diketahui. Simak informasinya di bawah ini.
1. Gangguan Kesehatan Mental
Kurang tidur dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Individu yang kurang tidur cenderung mengalami stres, kelelahan, dan mudah tersinggung. Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan.
2. Menurunkan Kinerja Kognitif
Kurang tidur juga dapat mempengaruhi kinerja kognitif seseorang. Ini dapat mengakibatkan penurunan daya ingat, konsentrasi yang buruk, serta kesulitan dalam membuat keputusan. Hal ini dapat berdampak pada produktivitas dan kinerja dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Tidur yang tidak mencukupi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kurang tidur telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, peradangan, dan gangguan irama jantung. Ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya.
4. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh
Tidur yang cukup juga penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat. Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit seperti flu, pilek, dan infeksi lainnya.
Tips Mengatasi Kurang Tidur pada Bulan Puasa
Meskipun tantangan kurang tidur pada bulan puasa bisa sulit diatasi, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu menjaga kesehatan dan kesejahteraan selama bulan suci ini:
1. Atur Waktu Tidur dengan Baik
Cobalah untuk tetap menjaga rutinitas tidur yang konsisten, termasuk waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari. Hindari tidur terlalu larut atau terlalu awal di pagi hari.
2. Hindari Konsumsi Kafein dan Gula Berlebihan
Kafein dan gula dapat mengganggu kualitas tidur. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta makanan atau minuman yang mengandung gula berlebihan di waktu-waktu dekat dengan waktu tidur.
3. Tetap Aktif Secara Fisik
Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Cobalah untuk berolahraga secara teratur di waktu-waktu yang tepat, seperti setelah berbuka puasa atau sebelum sahur.
Baca Juga: 6 Efek Kurang Tidur, Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental
4. Tetapkan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Pastikan lingkungan tidur Anda nyaman dan tenang. Matikan lampu yang terang, atur suhu ruangan yang nyaman, dan hindari gangguan seperti bunyi atau cahaya yang terlalu terang.
5. Kelola Stres dengan Baik
Stres dapat mengganggu kualitas tidur. Temukan cara untuk mengelola stres secara efektif, seperti meditasi, olahraga, atau aktivitas santai lainnya sebelum tidur.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang, terutama saat menjalani ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan. Mengutip CDC, biasanya orang dewasa memerlukan waktu tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahaya kurang tidur pada bulan puasa dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kualitas tidur kita selama periode ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








