AKURAT.CO - Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum yang terkontaminasi oleh bakteri E. coli.
Bakteri E. coli yang dapat ditemukan dalam air tercemar dapat memicu masalah serius seperti diare. Di Indonesia, diare adalah salah satu penyebab utama kematian balita. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa persyaratan kualitas air minum harus dipenuhi sesuai dengan Permenkes Nomor 492 tahun 2010. Air minum harus bebas bau, tidak berasa, bersih, jernih dan tentunya aman dari kontaminan.
"Sumber air yang berkualitas buruk dapat membawa berbagai masalah kesehatan, seperti diare hingga stunting. Komposisi mikrobiota antara lain dipengaruhi oleh sumber air minum," ujar Dr. Diana selaku Spesialis Gizi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (28/9/2023).
Baca Juga: Santri Ganjar Sosialisasikan Pengelolaan Air Minum Sehat Di Lampung
"Air yang sehat dan aman untuk dikonsumsi sangat bergantung dari sumbernya. Air yang diambil dari tanah dangkal besar peluangnya untuk tercemar aktivitas manusia. Sementara air dari akuifer dalam sifatnya murni dan memiliki kandungan mineral alami sehingga aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi," tambah Heru Hendrayana selaku Guru Besar Hidrogeologi Universitas Gadjah Mada.
AQUA juga memahami pentingnya menjaga sumber air. Mereka melaksanakan upaya keberlanjutan yang mencakup penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, parit buntu, biopori, dan banyak lagi. Ini adalah langkah-langkah konkret untuk menjaga kualitas dan kuantitas sumber air.
"Pemilihan sumber air AQUA juga didukung oleh pakar dari lintas-keilmuan, yaitu geologi, hidrogeologi, dan geofisika, serta didukung oleh laboratorium di Perancis dan Jerman, dipilih secara ketat melalui lebih dari 600 parameter sehingga mengandung mineral alami dan diproses tanpa tersentuh tangan manusia untuk menjaga kemurniannya, sehingga rasanya yang dingin alami tanpa didinginkan," jelas Sri Widowati selaku Vice President Marketing Danone Indonesia.
Selain itu, AQUA juga mengambil langkah penting dalam mengelola kemasan plastik. Melalui gerakan #BijakBerplastik, mereka mengembangkan ekonomi sirkular kemasan, mendukung pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, memberikan edukasi kepada konsumen dan terus berinovasi dalam kemasan produk mereka.
"Karena pentingnya peran air bagi kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang, konsumen perlu kritis dan mencari tahu tentang kualitas air yang mereka konsumsi dengan memperhatikan dari mana air bersumber dan juga memperhatikan faktor keberlanjutan yang erat kaitannya dengan menjaga kualitas dan kuantitas air," tutup Najwa Shihab selaku Jurnalis Senior dan Figur Publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







