Akurat

Apa Itu Skizofrenia? Ketahui Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

| 29 Agustus 2023, 13:30 WIB
Apa Itu Skizofrenia? Ketahui Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO, Berdasarkan data dari WHO, terdapat lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit skizofrenia ini. Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat 450.000 orang dengan gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia.

Gangguan mental ini perlu diwaspadai karena dapat berisiko 3 kali lebih tinggi mengalami kematian di usia muda. Oleh karenanya, ketahui apa itu skizofrenia lengkap gejala dan cara mengatasinya. 

Untuk meminimalisir kematian di usia muda juga gangguan mental pada anak di bawah umur, kamu perlu ketahui cara mengatasi skizofrenia berikut. Dikutip dari beberapa sumber pada Selasa (29/8/2023), inilah pengertian skizofrenia, bentuk gejala dan cara mengatasinya. 

Baca Juga: Mengenal Skizofrenia, Diduga Sempat Diderita Aaron Carter Semasa Hidup

Apa Itu Skizofrenia?

Skizofrenia adalah bentuk gangguan mental berat yang dapat memengaruhi tingkah laku, emosi, dan komunikasi. Sama halnya seperti keadaan jiwa yang gila. Penderita akan mengalami halusinasi yang tinggi, delusi juga pikiran yang kacau sehingga mengubah perilaku seperti orang gila atau orang yang sedang mengalami mabuk. 

Selain itu, dalam beberapa kasus, skizofrenia juga dapat disertai dengan penyakit bawaan lainnya. Seperti diabetes, penyakit jantung atau infeksi sehingga membutuhkan perawatan yang cukup intensif. 

Penderita skizofrenia juga perlu menjalani perawatan seumur hidup untuk mengontrol gejala dan tidak menimbulkan penyakit komplikasi lainnya. 

Penyebab Skizofrenia

Banyaknya gangguan kesehatan mental atau kejiwaan di kalangan muda tentu membuat tenaga kesehatan lebih telaten melakukan penelitian agar dapat meminimalisir penyakit yang menjadi salah satu pengobatan serius. Simak gejala skizofrenia berikut. 

1. Genetik

Salah satu gejala skizofrenia adalah genetik atau keturunan. Seseorang yang pernah mengidap skizofrenia kemungkinan besar akan diturunkan ke anaknya kelak. Bahkan, risiko tersebut akan meningkat 40% apabila sebuah pasangan dan keduanya memiliki riwayat penyakit ini. 

2. Faktor Kimia pada Otak

Kemudian, adanya ketidakseimbangan kadar serotonin dan dopamin pada otak juga menjadi salah satu gejala dari skizofrenia. Pasalnya, kondisi ini membuat seseorang menjadi tidak terhubung pada dunia nyata. Dirinya akan mengalami halusinasi juga delusi. Kondisi tersebut dikarenakan zat kimia yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal antara sel otak tidak memiliki kadar yang seimbang. 

3. Komplikasi Kehamilan dan Persalinan

Kemudian, gejala yang ditimbulkan dari skizofrenia selanjutnya adalah adanya komplikasi kehamilan dan persalinan. skizofrenia dapat muncul karena beberapa kondisi yang mungkin terjadi ketika hamil dan akan terlihat sebuah dampak yang ditimbulkan ketika anaknya lahir. 

Gejala Skizofrenia

Skizofrenia yang perlu diwaspadai ini memiliki gejala yang perlu dikahwatirkan. Pasalnya, bisa merenggut nyawa seseorang dan membuatnya seperti dalam gangguan jiwa. Simak gejala skizofrenia berikut. 

  • Halusinasi
  • Delusi
  • Kekacauan pola pikir atau perilaku
  • Perasaan yang mudah tersinggung
  • Kesulitan tidur
  • Sering mengisolasi diri
  • Mengurangi emosi dalam nada suara atau ekspresi wajah
  • Berbiacara tidak masuk akal

Pengobatan Skizofrenia

Layanan medis yang diberikan untuk mengobati penyakit ini tentu bertujuan untuk mengurangi dan mengontrol gejala yang muncul. Untuk itu, simak pengobatan skizofrenia berikut ini. 

1. Obat

Konsul dan lakukan kontrol rutin ke dokter khusus adalah salah satu pengobatan yang bisa dilakukan para penderita penyakit ini. Pasalnya, obat yang diberikan dokter dapat membantu mengurangi gejala delusi, sulit berkonsentrasi, halusinasi hingga perasaan cemas dan bersalah berlebihan. 

2. Psikoterapi

Kemudian, pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah melakukan psikoterapi. Penyakit ini dapat termasuk terapi individu, terapi perilaku kognitif, juga terapi remediasi kognitif. 

3. Terapi Elektrokonvulsi

Terakhir, terapi yang juga bisa dilakukan penderita skizofrenia adalah terapi elektrokonvulsi. Terapi ini akan mengalirkan listrik kecil pada otak untuk memicu terjadinya kejang singkat yang terkendali. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.