Akurat Logo

BRIN Ungkap Kandungan Gizi Sidat, Pabrik Jamu Cilacap Sudah Mengolahnya Jadi Gizidat Sejak 2018

Saeful Anwar | 15 Oktober 2026, 07:54 WIB
BRIN Ungkap Kandungan Gizi Sidat, Pabrik Jamu Cilacap Sudah Mengolahnya Jadi Gizidat Sejak 2018
Pendiri CV Bumi Wijaya, Tatang Mulyadi, yang meneliti gizi Sidat.

AKURAT.CO Jauh sebelum kandungan gizi ikan sidat menjadi sorotan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sejumlah perguruan tinggi, sebuah perusahaan jamu di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah lebih dahulu memanfaatkannya sebagai bahan baku produk.

Hampir satu dekade lalu, ikan yang dikenal memiliki kandungan asam lemak omega-3 tinggi itu telah dipilih sebagai salah satu bahan dalam produk madu anak bernama Gizidat.

Menariknya, keputusan tersebut berawal dari rasa penasaran Tatang Mulyadi, pendiri CV Bumi Wijaya, terhadap mitos turun-temurun yang menyebut ikan sidat sebagai pembawa sial.

Alih-alih mempercayai mitos yang berkembang di desanya, Tatang memilih mencari tahu kandungan nutrisi ikan yang sekilas menyerupai belut tersebut.

Penelusurannya kemudian mengantarkan sidat menjadi salah satu bahan dalam formulasi Gizidat, bersama madu hutan dan temulawak atau Curcuma.

Bumi Wijaya merupakan perusahaan manufaktur jamu lokal yang beroperasi di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Perusahaan tersebut meluncurkan Gizidat pada 2018, sebelum keunggulan kandungan omega-3 ikan sidat kembali mendapat perhatian publik melalui berbagai kajian ilmiah.

Perhatian terhadap ikan sidat menguat setelah BRIN mengungkap potensi kandungan gizinya dibandingkan dengan sejumlah ikan yang selama ini dikenal sebagai sumber nutrisi.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Gadis Sri Haryani, mengungkapkan bahwa ikan sidat memiliki kandungan asam lemak omega-3, termasuk DHA dan EPA, yang tinggi.

Dalam perbandingan yang disampaikan BRIN, kandungan omega-3 ikan sidat disebut lebih tinggi daripada salmon dan ikan gabus.

“Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi,” ungkap Gadis, dikutip pada Kamis (15/10/2026).

Selain omega-3, ikan sidat mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor.

DHA atau docosahexaenoic acid merupakan jenis asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak.

Sementara itu, EPA atau eicosapentaenoic acid berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk proses peradangan dan kesehatan jantung.

Keunggulan nutrisi sidat juga mendapat perhatian akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed, Yohanes Harvinda, menjelaskan bahwa ikan sidat memiliki kandungan lemak dan protein yang tinggi.

Menurut Yohanes, berbagai kajian di bidang perikanan menunjukkan bahwa sidat merupakan salah satu ikan dengan kandungan omega-3 yang menonjol, bahkan berpotensi melampaui salmon maupun tuna.

Kandungan tersebut menjadikan sidat sebagai salah satu komoditas perikanan lokal yang menarik untuk dikembangkan sebagai sumber pangan bergizi.

Baca Juga: Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul

Peneliti Kembangkan Potensi Sidat untuk Pangan Bayi

Potensi ikan sidat tidak hanya menarik perhatian peneliti bidang perikanan. Kalangan akademisi di bidang kedokteran dan gizi juga telah meneliti pemanfaatannya sebagai bahan pangan, termasuk untuk kelompok usia rentan.

Salah satunya adalah Dr. Dewi Marhaeni Diah Herawati dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

Pada 2017, Dewi meneliti pemanfaatan ikan sidat untuk pengembangan pangan yang berkaitan dengan persoalan malnutrisi dan pencegahan penyakit infeksi.

Dalam penelitian tersebut, bagian kepala, tulang, dan hati ikan sidat diolah menjadi tepung yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan pendamping bagi bayi.

Kepala ikan sidat diketahui mengandung protein, sedangkan bagian tulangnya berpotensi menjadi sumber kalsium.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.