Waspada AGEs, Senyawa Tersembunyi Pemicu Penyakit dan Penuaan Dini pada Makanan

AKURAT.CO Di balik kelezatan makanan yang digoreng atau dibakar, tersembunyi ancaman senyawa berbahaya bernama AGEs (Advanced Glycation End Products). Senyawa ini terbentuk ketika gula bereaksi dengan protein atau lemak dalam suhu tinggi, dan telah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, gangguan ginjal, jantung, hingga penuaan dini.
Menurut jurnal The Journal of the American Dietetic Association, konsumsi AGEs dari makanan berperan besar dalam memicu stres oksidatif dan peradangan kronis di dalam tubuh. Makin tinggi suhu dan makin lama proses memasak, makin besar pula kandungan AGEs yang terbentuk.
Berikut ini daftar makanan dengan kandungan AGEs tinggi dan rendah yang perlu diketahui publik:
Makanan Tinggi AGEs (Perlu Diwaspadai)
Umumnya melalui proses pengolahan suhu tinggi seperti dipanggang, dibakar, digoreng, atau diasap:
Steak sapi, burger, dendeng – 6.000–9.000 kU/100g
Ayam goreng & ayam bakar – 5.000–8.000 kU
Sosis, hotdog, daging asap – 4.000–7.000 kU
Telur goreng, keju tua – 1.200–3.500 kU
Kentang goreng & fast food – 1.200–10.000 kU++
Roti panggang (toast) – 500–900 kU
Mentega dan margarin – 1.000–1.500 kU
Makanan Rendah AGEs (Lebih Aman dan Sehat)
Dimasak dengan air atau dikonsumsi dalam bentuk segar:
Sayuran rebus atau kukus – 50–150 kU
Buah segar (apel, pisang, jeruk, dll.) – <100 kU
Kacang-kacangan rebus – 150–250 kU
Nasi putih atau merah – 80–100 kU
Oatmeal rebus – 70–90 kU
Ikan kukus, tahu rebus, putih telur rebus – 100–250 kU
Air putih dan teh hijau – 0 kU
Bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan jangka panjang, para pakar menyarankan untuk memasak dengan cara kukus, rebus, atau tumis ringan. Sementara menghindari kerak gosong dan makanan hangus.
Usahakan menambahkan bahan alami seperti jeruk nipis atau cuka yang bisa menghambat pembentukan AGEs dan mengonsumsi lebih banyak antioksidan alami dari rempah dan sayuran.
Mengurangi AGEs bukan sekadar tren, tapi bagian dari gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit. Sudah saatnya masyarakat Indonesia lebih kritis terhadap apa yang tersaji di piring mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




