Mampu Hilangkan Depresi Dan Kepikunan, Ini Manfaat Luar Biasa Stroberi

AKURAT.CO - Sebuah penelitian terkini yang dipublikasikan di jurnal Nutrients menyoroti manfaat konsumsi stroberi harian dalam melawan demensia dan depresi, menurut tim peneliti dari Amerika Serikat.
Peserta penelitian yang mengonsumsi stroberi setiap hari selama 12 minggu menunjukkan berbagai perubahan positif.
Mereka mengalami peningkatan suasana hati, peningkatan fungsi ingatan, dan penurunan gejala depresi, terutama pada orang dewasa paruh baya dengan kelebihan berat badan.
Baca Juga: Yuk Bikin Pancake Keju dengan Es Krim Stroberi, Menu Simpel Pas Banget untuk Sarapan!
Studi melibatkan lima pria dan 25 wanita yang dibagi menjadi dua kelompok. Grup pertama menerima bubuk stroberi yang terbuat dari buah utuh, sementara kelompok kedua menerima bubuk kontrol dengan rasa serupa namun tidak memiliki nilai nutrisi yang sama.
Mereka mengonsumsi 13 gram bubuk stroberi per hari, setara dengan satu cangkir stroberi.
Setelah 12 minggu, peserta yang mengonsumsi bubuk dari buah stroberi alami mengalami penurunan kesalahan saat melakukan tugas mendengarkan kata-kata.
Mereka juga melaporkan gejala depresi yang lebih rendah.
Baca Juga: 5 HAKI Paling Nyeleneh di Dunia, Suara Motor hingga Aroma Stroberi
Profesor Robert Krikorian dari Pusat Kesehatan Akademik Universitas Cincinnati, Ohio, AS, yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengemukakan bahwa efek tersebut mungkin disebabkan oleh sifat antiinflamasi stroberi yang berasal dari kandungan antosianin dalam buah tersebut.
"Dalam hal ini, peradangan tampaknya menjadi penyebab gangguan metabolisme seperti obesitas, pra-diabetes, dan diabetes tipe dua," ungkap Krikorian seperti yang dilansir oleh laman Mirror pada Jumat (17/11/2023).
Chris Christian, wakil presiden senior di California Strawberry Commission, yang tidak terlibat dalam studi, menyambut baik temuan ini sebagai tambahan bukti ilmiah atas manfaat stroberi.
Baca Juga: Resep Stroberi Thumbprint Cookies Simpel Tanpa Cetakan ala Chef Devina Hermawan
Christian menyatakan bahwa hubungan antara konsumsi stroberi dan kesehatan otak telah banyak dieksplorasi dalam studi klinis dan berbasis populasi.
Dia juga merujuk pada penelitian yang mengaitkan pelargonidin, zat biokimia yang dominan dalam stroberi, dengan penurunan risiko demensia Alzheimer yang dilakukan di Rush University.
"Ia menambahkan bahwa penelitian observasional jangka panjang, seperti Health Professionals Study dan Nurses' Health Study, juga menemukan bahwa mereka yang rajin mengonsumsi stroberi memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih rendah," tambah Christian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



