Pedro Alliana Resmi Jadi Presiden Paraguay, Gantikan Santiago Pena yang Dimakzulkan
AKURAT.CO Paraguay resmi memiliki presiden baru setelah Pedro Alliana mengucapkan sumpah jabatan pada Jumat (6/11/2026). Alliana menggantikan Santiago Pena yang diberhentikan melalui proses pemakzulan oleh Senat menyusul skandal keruntuhan Ueno Bank yang mengguncang sektor keuangan dan politik negara tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana publik dan keterlibatan sejumlah pejabat pemerintah dalam persoalan Ueno Bank. Sementara itu, Pena diperintahkan menjalani tahanan rumah setelah kehilangan jabatannya sebagai presiden.
Pemakzulan Pena disetujui oleh seluruh 44 senator yang hadir. Mereka menilai mantan presiden tersebut melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas pemerintahan. Keputusan itu sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Pena yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu pemerintahan paling stabil secara politik di Amerika Selatan.
Pelantikan Alliana menjadi babak baru dalam krisis politik Paraguay. Selain Pena, penyelidikan juga menyasar mantan pimpinan bank sentral serta sejumlah pejabat yang diduga memiliki hubungan dengan pengelolaan dan penempatan dana publik di Ueno Bank.
Pengunduran Diri Pena Ditolak Kongres
Sebelum dimakzulkan, Pena sebenarnya telah menawarkan pengunduran diri pada Kamis. Namun, Kongres menolak permintaan tersebut karena anggota parlemen oposisi menilai pengunduran diri dapat menjadi cara bagi presiden untuk menghindari pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki.
Tim pengacara Pena, Ricardo Preda dan Adolfo Ferreiro, mempersoalkan keputusan Kongres. Mereka berpendapat bahwa parlemen seharusnya menerima pengunduran diri kliennya daripada melanjutkan proses pemakzulan.
Dalam pesan perpisahan yang disampaikan sebelum pemungutan suara Senat, Pena mengatakan keputusannya meninggalkan jabatan presiden diharapkan dapat mencegah ketidakstabilan politik semakin membesar.
"Saya tidak ingin keberadaan saya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar," tulis Pena.
Dia juga menegaskan bahwa kepentingan negara harus ditempatkan di atas nasib pribadinya.
Meski telah diberhentikan, Pena membantah melakukan pelanggaran. Namun, jaksa terus mengembangkan penyelidikan yang turut melibatkan Alliana, pejabat bank sentral yang masih menjabat maupun mantan pejabat, serta otoritas pengelola dana pensiun.
Jaksa bahkan mengupayakan surat perintah penangkapan terhadap Pena dan mantan kepala bank sentral. Dalam perkembangan tersebut, Pena diperintahkan tetap menjalani tahanan rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 8Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







