Demo Besar-besaran Melanda Sejumlah Negara Eropa, Ini Penyebab Warga Turun ke Jalan

AKURAT.CO Demo besar-besaran di sejumlah negara Eropa kembali menjadi sorotan setelah ratusan ribu warga turun ke jalan pada pertengahan Oktober 2026.
Aksi yang berlangsung di Prancis, Italia, Belgia, dan Portugal tersebut dipicu oleh berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya biaya hidup hingga sulitnya mendapatkan hunian yang terjangkau.
Meski demo dilakukan secara terpisah, para demonstrasi di beberapa negara itu memperlihatkan keluhan yang serupa, terutapa mengenai tekanan ekonomi dan akses terhadap layanan publik.
Baca Juga: Hubungan Kolombia-Israel Pulih, Ribuan Warga Demo dan Bakar Bendera AS
Sementara itu, di Albania, aksi mahasiswa juga menyoroti dugaan korupsi pemerintah, terbatasnya lapangan kerja, dan persoalan pendidikan.
Lantas, apa penyebab demo besar-besaran di Eropa dan mengapa warga di negara-negara tersebut turun ke jalan? Berikut rangkumannya.
Penyebab Demo Besar di Sejumlah Negara Eropa
Gelombang demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), tidak memiliki satu penyebab tunggal. Setiap negara menghadapi persoalan domestik yang berbeda, meskipun tekanan ekonomi dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah menjadi benang merah dalam sejumlah aksi.
Berikut beberapa masalah yang memicu demonstrasi di negara-negara Eropa.
1. Kenaikan Biaya Hidup Membebani Masyarakat
Meningkatnya biaya hidup menjadi salah satu pemicu utama demonstrasi di Prancis, Italia, dan Portugal. Kenaikan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat masyarakat semakin kesulitan menjaga keseimbangan keuangan rumah tangga.
Ketika biaya kebutuhan meningkat, kelompok berpenghasilan rendah dan pekerja dengan upah terbatas menjadi lebih rentan mengalami tekanan ekonomi. Situasi tersebut mendorong munculnya tuntutan agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut laporan Al Jazeera pada Sabtu (17/10/2026), ratusan ribu warga Eropa mengikuti demonstrasi terpisah untuk memprotes meningkatnya biaya hidup di negara masing-masing.
Baca Juga: Bandara Riyadh Jadi Sasaran Houthi, Uni Eropa Singgung Peran Iran
Prancis menjadi salah satu pusat demonstrasi terbesar. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis yang dikutip Al Jazeera, lebih dari 550.000 orang mengikuti aksi di berbagai wilayah.
Namun, tingginya jumlah peserta tidak berarti seluruh demonstrasi berlangsung ricuh. Sejumlah aksi awalnya berjalan damai sebelum sebagian lokasi mengalami bentrokan dan perusakan.
2. Harga Rumah dan Sewa di Portugal Semakin Mahal
Krisis perumahan menjadi persoalan penting yang mendorong warga Portugal berunjuk rasa. Di Lisbon, puluhan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes mahalnya harga rumah, tingginya biaya hidup, dan upah yang dinilai belum mampu mengimbangi pengeluaran.
Al Jazeera melaporkan bahwa harga rumah di Portugal telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017. Sementara itu, harga sewa untuk kontrak baru juga mengalami kenaikan tajam.
Kondisi tersebut membuat akses terhadap hunian semakin sulit, terutama bagi anak muda dan pekerja yang tinggal di kota-kota besar. Sebagian masyarakat menghadapi pilihan sulit antara mengalokasikan pendapatan untuk tempat tinggal atau memenuhi kebutuhan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









