Akurat Logo

Jaringan Kiri Internasional Disebut Manfaatkan Demo Pelajar di Prancis untuk Agenda Politik

Fitra Iskandar | 10 Oktober 2026, 11:06 WIB
Jaringan Kiri Internasional Disebut Manfaatkan Demo Pelajar di Prancis untuk Agenda Politik
Demonstrasi Prancis - en.hespress

AKURAT.CO Aksi demonstrasi pelajar di Prancis yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan berkembang menjadi gerakan yang melibatkan serikat pekerja, partai politik kiri, organisasi komunis, dan jaringan aktivis internasional. Investigasi Fox News Digital mengungkap keterlibatan puluhan organisasi yang dinilai berupaya memperluas tuntutan lokal menjadi gerakan politik dengan agenda yang lebih luas.

Laporan tersebut mengidentifikasi 50 organisasi dalam jaringan demonstrasi dan kelompok pendukungnya. Sebanyak 15 di antaranya merupakan organisasi pelajar atau pemuda, sedangkan 35 lainnya mencakup serikat pekerja, kelompok komunis dan sosialis, partai politik, organisasi hak asasi manusia, serta kelompok advokasi.

Aksi ini bermula dari protes terhadap kondisi sekolah yang dinilai kelebihan kapasitas, kekurangan fasilitas, dan minim tenaga pengajar. Namun, menurut investigasi tersebut, demonstrasi kemudian turut membawa isu penghematan anggaran, kapitalisme, kebijakan keamanan, belanja militer, dan konflik Israel-Palestina.

Salah satu organisasi yang disorot adalah BreakThrough News, media berbasis di New York yang digambarkan Fox News sebagai media propaganda prokomunis. Laporan itu mengaitkan pendanaan media tersebut dengan Neville Roy Singham, pengusaha teknologi kelahiran Amerika Serikat yang berbasis di Shanghai dan disebut mendukung jaringan organisasi kiri.

BreakThrough News memberitakan aksi pelajar Prancis sebagai pemogokan bersejarah melawan kebijakan penghematan anggaran. Media tersebut juga menyebarkan video bentrokan demonstran dengan polisi yang mendapat ratusan ribu tanda suka dalam sehari.

Investigasi itu menyebut jaringan pendukung demonstrasi melampaui kelompok pelajar. Sejumlah serikat pekerja, termasuk Confédération générale du travail (CGT), Force Ouvrière, dan organisasi serikat pendidikan, menyerukan dukungan terhadap tuntutan pelajar serta mengajak pekerja bergabung dalam aksi.

Organisasi pelajar seperti Union Syndicale Lycéenne, Union Étudiante, dan Fédération des Associations Générales Étudiantes turut memobilisasi peserta demonstrasi. Partai kiri La France Insoumise dan Partai Komunis Prancis juga terlihat mendukung gerakan tersebut.

Di sejumlah lokasi, demonstran membawa bendera komunis, bendera Palestina, serta spanduk antiperang dan antikapitalisme. Kelompok aktivis juga menyerukan perlawanan terhadap apa yang mereka anggap sebagai represi negara dan mengampanyekan gerakan antifasis.

Laporan tersebut menyoroti hubungan antara demonstrasi di Prancis dan jaringan aktivis internasional di Amerika Serikat, Inggris, Yunani, India, Brasil, serta negara lainnya. Sejumlah organisasi dan media lintas negara disebut ikut menyebarkan gambar, video, dan narasi mengenai aksi tersebut.

Di Yunani, organisasi pemuda komunis menyatakan solidaritas terhadap perjuangan pelajar Prancis. Sementara itu, Indian Alliance Paris menghubungkan gerakan pelajar Prancis dengan demonstrasi kaum muda di India melalui unggahan media sosial.

Fox News juga menyoroti peran The People's Forum di New York, sebuah pusat kegiatan aktivis kiri yang didirikan dengan dukungan dana Singham. Organisasi tersebut sebelumnya menjadi tempat berbagai kegiatan dan demonstrasi yang melibatkan kelompok sosialis serta aktivis internasional.

Meski laporan itu menilai jaringan tersebut berupaya memperluas agenda politik melalui demonstrasi pelajar, tuntutan awal mengenai buruknya kondisi pendidikan tetap menjadi persoalan utama yang mendorong siswa turun ke jalan. Keterlibatan organisasi lain memperlihatkan bahwa aksi tersebut berkembang menjadi arena pertemuan berbagai kepentingan politik.

Di tengah meluasnya demonstrasi, perdebatan muncul mengenai batas antara solidaritas terhadap tuntutan pendidikan dan upaya kelompok politik memanfaatkan keresahan masyarakat untuk memperkuat agenda ideologis mereka.

Sumber: Foxnews

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.