Akurat Logo

Korea Utara Tolak Bantuan Medis Korea Selatan: Mereka Harus Menunjukkan Rasa Hormat!

Fitra Iskandar | 9 Oktober 2026, 14:04 WIB
Korea Utara Tolak Bantuan Medis Korea Selatan: Mereka Harus Menunjukkan Rasa Hormat!
Ilustrasi - AA

AKURAT.CO Korea Utara menolak bantuan medis dari Korea Selatan. Negara Komunis itu menyatakan bahwa Seoul harus terlebih dahulu menunjukkan "penghormatan, kepedulian, dan ketulusan tertinggi" jika mereka "benar-benar ingin memulihkan hubungan" antara kedua negara.

Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut permintaan Seoul kepada PBB untuk mendapatkan pengecualian guna mengirimkan peralatan medis ke Korea Utara sebagai penghinaan terhadap negara Korut. Ia juga menilai langkah itu sebagai sebuah provokasi yang bermotif politik, dan "pelanggaran berat" terhadap hukum nasionalnya.

"Dalam situasi saat ini, pihak-pihak yang seharusnya menyadari fakta bahwa peralatan medis bantuan dari Korea Selatan tidak dapat masuk ke wilayah kami dan tidak ada cara untuk memasukkannya, justru melakukan lelucon semacam itu," ujarnya.

Ia juga menyebut hal tersebut sebagai "perhitungan politik yang licik untuk mendapatkan sesuatu dengan membandingkan 'sikap berniat baik' mereka dengan 'sikap penolakan' Korea Utara.

"Jika Seoul ingin "memulihkan hubungan" antara Korea Selatan dan Korea Utara, "mereka harus mempertimbangkan perasaan pihak lawan dalam setiap perkataan dan tindakan, serta menunjukkan penghormatan, kepedulian, dan ketulusan tertinggi di atas segalanya," kata Kim.

"Kami tidak memiliki kepentingan untuk bertukar apa pun atau berurusan dengan Korea Selatan, dan tidak perlu melakukan pertemuan tatap muka dengan mereka. Kami tegaskan sekali lagi bahwa ini adalah pendirian teguh DPRK (Korea Utara)," tambahnya.

Ketegangan antara kedua belah pihak masih tinggi sejak insiden ledakan ranjau darat di sisi Korea Selatan pada Garis Demarkasi Militer bulan lalu, yang menyebabkan dua tentara Korea Selatan terluka parah.

Seoul menuduh Pyongyang sengaja memasang ranjau tersebut, sementara Korea Utara membantah tuduhan itu.

Komandan militer tertinggi Korea Selatan pada hari Kamis menyatakan bahwa ia memandang ledakan ranjau baru-baru ini di dekat perbatasan antar-Korea semata-mata sebagai "provokasi" oleh Korea Utara, menurut kantor berita Yonhap.

Sementara itu, Kim menyebut usulan bantuan Seoul sebagai "lelucon lain, yang dirancang bersamaan dengan lelucon 'ledakan ranjau'," dan menggambarkannya sebagai "tontonan yang luar biasa."

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.