Bom Rusia Hantam Halte Bus di Ukraina, 30 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

AKURAT.CO Serangan bom berpemandu Rusia menghantam kawasan halte bus di Kota Kramatorsk, Ukraina timur, dan menewaskan 30 orang serta melukai sedikitnya 18 lainnya. Bom tersebut meledak di dekat bus-bus yang dipenuhi penumpang pada Kamis pagi, menurut keterangan otoritas setempat.
Serangan Rusia di Kramatorsk, wilayah Donetsk, itu membuat layanan transportasi umum di kawasan tersebut dihentikan. Kepala Administrasi Militer Kota Kramatorsk, Oleksandr Honcharenko, menuduh Rusia sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran. Upaya penyelamatan korban juga terganggu oleh serangan lanjutan menggunakan drone kecil.
Serangan di Kramatorsk terjadi di tengah gelombang serangan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina menjelang musim dingin. Sehari sebelumnya, serangan rudal di Kota Pryluky, Ukraina utara, menewaskan 22 orang, termasuk lima anak-anak, dan melukai sedikitnya 54 orang.
Korban Serangan Rudal di Pryluky Bertambah
Tim penyelamat masih mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan tempat tinggal di Pryluky. Sejumlah penyintas bahkan terpaksa tidur di apartemen yang rusak berat karena tidak memiliki tempat tinggal alternatif.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband, yang mengunjungi Ukraina pada Kamis, mengecam serangan tersebut dan menyebut strategi Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tindakan jahat.
Miliband menegaskan, serangan terhadap warga sipil dan bangunan sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional. Dalam kunjungan itu, ia juga mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia yang menyasar perusahaan minyak, kapal tanker armada bayangan, serta rantai pasokan militer.
Zelensky Minta Dukungan Pertahanan NATO
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan meningkatkan serangan rudal dan drone setiap hari menjelang musim dingin. Ia meminta negara-negara anggota NATO memberikan dukungan pertahanan yang lebih konkret.
Zelensky menekankan pentingnya pasokan sistem pertahanan antirudal balistik, amunisi untuk pesawat tempur, serta investasi dalam teknologi pencegat drone dan rudal.
Sementara itu, perusahaan energi Ukraina DTEK menyatakan operator jaringan listrik nasional Ukrenergo telah memerintahkan pemadaman darurat di Kyiv. Pemadaman tersebut berbeda dari pemadaman bergilir yang sebelumnya dijadwalkan.
Pemerintah Ukraina juga kembali mengampanyekan persiapan menghadapi kemungkinan pemadaman listrik berkepanjangan. Warga diminta menyiapkan perlengkapan darurat, menyimpan air minum, dan menyediakan sumber listrik alternatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 8Sejarah Pekan Antariksa Dunia: Mengapa Diperingati 4–10 Oktober?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








