Co-Pilot Diduga Hendak Jatuhkan Pesawat Flydubai ke Israel, Netanyahu Ungkap Dugaan Radikalisasi

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kopilot pesawat Flydubai yang diduga menyerang pilot dan berusaha mengambil alih kendali pesawat telah mengalami apa yang disebutnya sebagai indoktrinasi radikal Islam. Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) kini menyelidiki insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya motif atau aktivitas terorisme.
Insiden dramatis terjadi dalam penerbangan Flydubai menuju Israel pada Rabu. Pesawat yang membawa 174 penumpang, termasuk sekitar 166 warga Israel menurut laporan media, tiba-tiba mengalami situasi darurat setelah kopilot diduga menikam pilot dan berusaha membuat pesawat jatuh.
Dalam kondisi tersebut, sejumlah penumpang dan kru lain bergegas menuju kokpit. Mereka dilaporkan berhasil melumpuhkan kopilot dan membantu mengambil kembali kendali pesawat.
Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi. Para penumpang akhirnya diterbangkan kembali ke Israel dan mendapat sambutan setelah tiba di Bandara Tel Aviv.
Netanyahu Sebut Kopilot Mengalami Indoktrinasi Radikal
Netanyahu mengatakan kepada Fox & Friends bahwa kopilot tersebut telah menjalani apa yang ia sebut sebagai "Islamist radical indoctrination" atau indoktrinasi radikal Islam.
Namun, Netanyahu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dasar pernyataan tersebut. Ia mengatakan kopilot saat ini sedang menjalani pemeriksaan.
Menurut Netanyahu, kopilot juga sempat berteriak kepada kru pesawat, "Kill me, kill me" atau "Bunuh saya, bunuh saya". Pernyataan tersebut, menurut Netanyahu, menunjukkan adanya dugaan keinginan untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Sebelumnya, pejabat Israel menyebut insiden tersebut sebagai upaya serangan teroris. Namun, dalam wawancara dengan CBS News, Netanyahu juga sempat mengatakan bahwa kemungkinan masalah kesehatan mental belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.
Karena itu, motif sebenarnya di balik serangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.
UEA Selidiki Dugaan Terorisme
Kepala jaksa UEA pada Kamis mengumumkan bahwa penyelidikan telah dibuka terhadap insiden tersebut.
Penyelidikan antara lain akan melihat kemungkinan adanya aktivitas atau niat teroris dalam serangan terhadap pesawat Flydubai.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga menyatakan bahwa kopilot telah diserahkan kepada pihak UEA pada Kamis pagi. Ia dibawa oleh tim keamanan UEA setelah sebelumnya diamankan di Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








