Iran Terima Respons Resmi AS soal Proposal Akhiri Perang Timur Tengah

AKURAT.CO Pemerintah Iran mengonfirmasi telah menerima respons resmi Amerika Serikat (AS) terhadap proposal Teheran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Respons tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak proposal Iran secara terbuka.
Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan respons AS dibahas dalam rapat kabinet pada Rabu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian menyampaikan respons tersebut kepada Presiden Masoud Pezeshkian.
"Dalam rapat kabinet hari ini, proposal dari pihak Amerika disampaikan kepada Presiden Masoud Pezeshkian oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi," kata Mohajerani kepada kantor berita resmi IRNA.
Namun, pemerintah Iran belum mengungkap isi respons AS terhadap proposal Iran tersebut.
Iran Ajukan Syarat Akhiri Perang
Kontak diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali berlangsung secara tidak langsung pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Iran sebelumnya mengajukan tujuh syarat untuk mengakhiri permusuhan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik antara Iran dan AS. Perang tersebut pecah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.
Setelah perang dimulai, Iran memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Amerika Serikat kemudian merespons dengan melakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Tidak semua syarat Iran telah dipublikasikan. Namun, Teheran diketahui menuntut gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk di Lebanon yang menjadi lokasi pertempuran antara kelompok Hizbullah dan pasukan Israel.
Iran juga menuntut pembekuan asetnya di luar negeri dihentikan, sanksi terhadap sektor minyak dicabut, serta blokade laut AS terhadap Iran diakhiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






