AS dan Iran Disebut Berpotensi Kembali Berperang Setelah Pemilu Tengah Waktu

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut berpotensi kembali terlibat dalam konflik militer setelah pemilu paruh waktu AS pada November 2026. Kemungkinan itu muncul setelah upaya diplomasi antara kedua negara dilaporkan belum menghasilkan terobosan berarti.
Laporan Axios pada Rabu, mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, menyebut mediator Qatar berusaha mendorong kesepakatan diplomatik antara Washington dan Teheran sepanjang pekan ini.
Namun, kedua pihak disebut belum bersedia memberikan kompromi dalam perundingan. Kondisi tersebut membuat pejabat Qatar dilaporkan semakin frustrasi terhadap sikap AS maupun Iran.
Kebuntuan diplomatik itu kemudian meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan kembalinya operasi militer. Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Presiden Donald Trump dapat memerintahkan dimulainya kembali operasi tempur setelah pemilu paruh waktu pada November.
Qatar Dorong Proposal Kompromi
Upaya mediasi tersebut berlangsung setelah pertemuan terpisah di New York antara mediator Qatar dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta delegasi AS yang salah satunya melibatkan Jared Kushner.
Mediator Qatar Ali al-Thawadi dilaporkan bertemu Araghchi dan timnya selama beberapa jam. Menurut dua sumber yang dikutip Axios, pembicaraan membahas proposal kompromi Qatar setebal dua halaman.
Proposal tersebut antara lain bertujuan mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran dengan imbalan konsesi terkait program nuklir Iran.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan diperkirakan berfokus pada versi yang telah diubah dari proposal tujuh hari yang sebelumnya diajukan Iran di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, hingga Senin, belum terlihat perkembangan signifikan dalam perundingan tersebut. Salah satu sumber yang dikutip Axios bahkan menggambarkan proses negosiasi sebagai kondisi yang "macet".
Menurut sumber tersebut, Iran mengajukan sejumlah tuntutan yang dinilai tidak dapat diterima AS. Di sisi lain, Washington disebut merasa berada dalam posisi yang menguntungkan sehingga tidak melihat kebutuhan untuk memberikan kompromi.
Iran dan Trump Berbeda Pandangan
Dari pihak Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Teheran telah menyampaikan persyaratannya kepada AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN







