Terungkap! Pabrik Vietnam Diduga 'Kucing-Kucingan' Ekspor Pakaian ke AS Senilai USD 5 Juta

AKURAT.CO Sebuah investigasi terbaru mengungkap bahwa tiga pabrik garmen di Vietnam diduga masih memiliki hubungan erat dengan Esquel Group, perusahaan tekstil asal Hong Kong. Perusahaan itu dikenai sanksi Amerika Serikat atas dugaan keterkaitan dengan tenaga kerja paksa di Xinjiang, China.
Meski Esquel masuk daftar hitam Washington sejak November 2024, ketiga produsen tersebut tercatat tetap mengekspor produk pakaian katun ke Amerika Serikat dengan nilai sedikitnya USD 5 juta hingga pertengahan 2026. Temuan ini menyoroti celah dalam pengawasan rantai pasok tekstil global.
Jejak Esquel Masih Terlihat di Tiga Pabrik Vietnam
Berdasarkan data pengiriman dan dokumen korporasi yang ditelusuri Reuters, tiga perusahaan yakni An Loi Apparel, Tessellation Binh Duong, dan Tessellation Hoa Binh sebelumnya beroperasi dengan nama Esquel Garment Manufacturing Vietnam sebelum berganti identitas pada Oktober 2022.
Hubungan mereka tidak hanya sebatas pemasok bahan baku. Ketiganya diketahui pernah dimiliki oleh tiga perusahaan lepas pantai yang sama, sementara mantan CEO Esquel, Edgar Tung, juga tercatat sebagai perwakilan pemilik dalam dokumen perusahaan.
Joshua Kagan, mantan Asisten Perwakilan Dagang Amerika Serikat, mengatakan keterkaitan tersebut berpotensi cukup kuat untuk membuat otoritas bea cukai AS menganggap ketiga pabrik masih berada dalam ekosistem bisnis Esquel.
Namun hingga kini Reuters belum dapat memastikan apakah pakaian yang dikirim ke Amerika benar-benar menggunakan kapas produksi Esquel atau berasal dari Xinjiang.
Muji dan Rodd & Gunn Gunakan Produk dari Pabrik Tersebut
Data ekspor menunjukkan pakaian hasil produksi ketiga pabrik Vietnam dipasarkan untuk sejumlah merek internasional, termasuk Muji USA dan Rodd & Gunn.
Muji menyatakan tidak mengetahui adanya hubungan pemasoknya dengan Esquel Group. Perusahaan Jepang itu mengatakan akan melakukan audit terhadap salah satu fasilitas produksi pada tahun ini dan menegaskan seluruh pemasok telah menandatangani komitmen untuk tidak menggunakan tenaga kerja paksa.
Sementara Rodd & Gunn mengonfirmasi bekerja sama dengan dua dari tiga produsen tersebut. Perusahaan asal Selandia Baru itu menyebut kapas yang digunakan wajib berasal dari Amerika Serikat, Brasil, atau Australia serta didukung dokumen pelacakan asal bahan baku.
Kedua merek belum menyampaikan apakah akan mengambil tindakan lanjutan setelah temuan investigasi tersebut.
Rebranding Jadi Tessellation, Hubungan Dagang Tetap Berjalan
Esquel Group dikenal sebagai perusahaan tekstil terintegrasi dengan model bisnis “seed to shirt”, mulai dari penelitian benih kapas hingga produksi pakaian jadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK



