Albanese di PBB Soroti Konflik Palestina dan Iran, Tolak Peran Hamas di Masa Depan Palestina

AKURAT.CO Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memperingatkan bahwa sistem multilateral dunia menghadapi tekanan yang semakin besar akibat berbagai konflik yang terus berlangsung. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York, Kamis, (24/9/2026), Albanese menyerukan penguatan kerja sama internasional untuk menangani konflik di Palestina dan Iran.
Albanese mengatakan Australia akan terus menentang pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Menurut dia, kebijakan tersebut merusak peluang tercapainya perdamaian antara Israel dan Palestina.
"Kami akan terus menyuarakan penolakan terhadap tindakan yang merusak prospek perdamaian, termasuk permukiman ilegal di Tepi Barat," kata Albanese dalam pidatonya.
Albanese juga menegaskan bahwa Australia tidak menginginkan Hamas memiliki peran dalam masa depan Palestina. Ia menyebut kelompok tersebut sebagai organisasi teroris dan mengatakan Australia akan tetap menentang keterlibatan Hamas dalam pemerintahan atau masa depan Palestina.
Pernyataan Albanese disampaikan ketika isu Palestina dan konflik Timur Tengah menjadi salah satu perhatian utama dalam Sidang Umum PBB ke-81. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya juga menyerukan penghentian kekerasan, bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta penghentian perluasan permukiman Israel di Tepi Barat.
Albanese Serukan Gencatan Senjata dan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Selain Palestina, Albanese menyoroti konflik yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta perekonomian dunia.
Menurut Albanese, konflik tersebut telah menimbulkan dampak berat bagi Timur Tengah sekaligus memberikan tekanan besar terhadap perekonomian global. Australia, kata dia, menyerukan gencatan senjata segera, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pemulihan kebebasan navigasi dan perdagangan.
Albanese juga mendesak Iran menghentikan apa yang disebutnya sebagai serangan tanpa pandang bulu di kawasan dan meninggalkan upaya memperoleh senjata nuklir.
Isu Selat Hormuz menjadi perhatian penting karena jalur tersebut merupakan salah satu jalur strategis bagi perdagangan dan energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir juga telah menimbulkan dampak lintas negara terhadap pelayaran, energi dan perekonomian.
Albanese Soroti Ancaman Kecerdasan Buatan
Di luar isu konflik dan keamanan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian penting dalam pidato Albanese di PBB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







