Akurat Logo

Inggris dan AS Uji Tembak Torpedo dari Kapal Selam Tanpa Awak dalam Kerangka AUKUS

Fitra Iskandar | 22 September 2026, 10:09 WIB
Inggris dan AS Uji Tembak Torpedo dari Kapal Selam Tanpa Awak dalam Kerangka AUKUS
Ilustrasi. - Pixabay

AKURAT.CO Inggris dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya melakukan uji penembakan torpedo dari kendaraan bawah laut tanpa awak atau uncrewed underwater vehicle (UUV), bukan dari kapal selam yang diawaki manusia.

Pemerintah Inggris mengumumkan uji coba tersebut berlangsung di perairan Inggris pada pekan lalu sebagai bagian dari kerja sama pertahanan AUKUS yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.

London menyebut pengujian itu sebagai perkembangan penting dalam teknologi kapal selam tanpa awak dan kemampuan bawah laut negara-negara AUKUS.

Torpedo Diluncurkan dari Drone Bawah Laut Excalibur

Dalam uji coba tersebut, torpedo kelas berat yang dikembangkan bersama oleh Amerika Serikat dan Australia diluncurkan dari Excalibur, kendaraan bawah laut tanpa awak sepanjang sekitar 12 meter yang diproduksi di Inggris.

Penggunaan senjata mematikan dari kendaraan tanpa awak dinilai menunjukkan bahwa teknologi bawah laut otonom mulai dikembangkan untuk menjalankan misi yang lebih luas, tidak hanya untuk pengawasan dan pengintaian.

Peneliti senior Royal United Services Institute (RUSI), Sidharth Kaushal, menyebut perkembangan tersebut sebagai hal yang penting karena menunjukkan potensi sistem tanpa awak untuk menjalankan peran operasional yang lebih kompleks.

Uji coba ini juga sejalan dengan agenda AUKUS Pillar II, yang berfokus pada pengembangan teknologi pertahanan canggih, termasuk kendaraan bawah laut tanpa awak dan sistem otonom. Pemerintah Inggris, Australia, dan AS sebelumnya telah menetapkan proyek bersama untuk mengembangkan muatan dan sistem pendukung bagi UUV.

Inggris Percepat Pengembangan Sistem Otonom

Pengembangan kendaraan militer tanpa awak menjadi bagian dari upaya negara-negara Barat meningkatkan kemampuan pertahanan berbasis teknologi otonom.

Inggris dalam beberapa waktu terakhir juga menguji berbagai sistem otonom untuk kebutuhan militer. Pada September 2026, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan keberhasilan uji coba kawanan drone (drone swarm) dalam lingkungan operasi militer.

Teknologi semacam ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan, pengumpulan informasi, hingga menjalankan misi di wilayah yang berisiko bagi personel militer.

Inggris dan AS Perkuat Kerja Sama AI

Uji coba torpedo tersebut berlangsung ketika Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melakukan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.