Akurat Logo

Trump Siapkan Kesepakatan Besar Impor Pupuk Kalium Belarus, Klaim Lebih Murah dari Kanada

Fitra Iskandar | 22 September 2026, 09:51 WIB
Trump Siapkan Kesepakatan Besar Impor Pupuk Kalium Belarus, Klaim Lebih Murah dari Kanada
Ilustrasi pertanian - Pixabay

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah menyiapkan kesepakatan besar untuk membeli pupuk kalium (potash) dari Belarus, dengan harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan impor dari Kanada.

Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan memberikan keuntungan bagi sektor pertanian Amerika Serikat, khususnya para petani dan peternak yang bergantung pada pupuk berbahan kalium.

“Kami sedang mengerjakan kesepakatan besar. Harganya akan jauh lebih rendah daripada yang saat ini kami bayarkan kepada Kanada. Ini kabar sangat baik bagi para petani dan peternak kami,” tulis Trump.

Pernyataan itu muncul ketika hubungan dagang Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas di tengah sengketa perdagangan terbaru antara kedua negara.

Lukashenko: Produksi Potash Belarus Sudah Habis Dikontrak

Namun, hanya beberapa jam sebelum unggahan Trump, Presiden Belarus Alexander Lukashenko justru menyatakan negaranya belum tentu mampu memenuhi permintaan tambahan dari pasar Barat.

Menurut Lukashenko, ekspor potash Belarus telah dialihkan ke pasar Asia dan hampir seluruh volumenya sudah terikat kontrak jangka panjang.

“Bahkan jika kami ingin kembali memasok pasar Barat, kami tidak memiliki volume yang tersedia. Semuanya sudah berada dalam kontrak,” kata Lukashenko.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas Belarus untuk memenuhi potensi permintaan besar dari Amerika Serikat apabila kesepakatan benar-benar terealisasi.

AS Masih Bergantung pada Impor Pupuk Kalium

Amerika Serikat masih mengandalkan impor untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan pupuk kalium domestiknya.

Saat ini, Kanada menjadi pemasok terbesar dengan sekitar 80 persen dari total impor potash AS, sementara Rusia menyumbang sekitar 12 persen. Belarus sendiri merupakan salah satu produsen potash terbesar di dunia bersama Kanada, Rusia, dan China.

Sanksi Belarus Mulai Dilonggarkan AS

Industri potash Belarus sebelumnya kehilangan akses luas ke pasar Barat akibat sanksi yang dijatuhkan setelah penindasan demonstrasi tahun 2020 serta dukungan pemerintahan Lukashenko terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.