Trump Siapkan Kesepakatan Besar Impor Pupuk Kalium Belarus, Klaim Lebih Murah dari Kanada
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah menyiapkan kesepakatan besar untuk membeli pupuk kalium (potash) dari Belarus, dengan harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan impor dari Kanada.
Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan memberikan keuntungan bagi sektor pertanian Amerika Serikat, khususnya para petani dan peternak yang bergantung pada pupuk berbahan kalium.
“Kami sedang mengerjakan kesepakatan besar. Harganya akan jauh lebih rendah daripada yang saat ini kami bayarkan kepada Kanada. Ini kabar sangat baik bagi para petani dan peternak kami,” tulis Trump.
Pernyataan itu muncul ketika hubungan dagang Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas di tengah sengketa perdagangan terbaru antara kedua negara.
Lukashenko: Produksi Potash Belarus Sudah Habis Dikontrak
Namun, hanya beberapa jam sebelum unggahan Trump, Presiden Belarus Alexander Lukashenko justru menyatakan negaranya belum tentu mampu memenuhi permintaan tambahan dari pasar Barat.
Menurut Lukashenko, ekspor potash Belarus telah dialihkan ke pasar Asia dan hampir seluruh volumenya sudah terikat kontrak jangka panjang.
“Bahkan jika kami ingin kembali memasok pasar Barat, kami tidak memiliki volume yang tersedia. Semuanya sudah berada dalam kontrak,” kata Lukashenko.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas Belarus untuk memenuhi potensi permintaan besar dari Amerika Serikat apabila kesepakatan benar-benar terealisasi.
AS Masih Bergantung pada Impor Pupuk Kalium
Amerika Serikat masih mengandalkan impor untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan pupuk kalium domestiknya.
Saat ini, Kanada menjadi pemasok terbesar dengan sekitar 80 persen dari total impor potash AS, sementara Rusia menyumbang sekitar 12 persen. Belarus sendiri merupakan salah satu produsen potash terbesar di dunia bersama Kanada, Rusia, dan China.
Sanksi Belarus Mulai Dilonggarkan AS
Industri potash Belarus sebelumnya kehilangan akses luas ke pasar Barat akibat sanksi yang dijatuhkan setelah penindasan demonstrasi tahun 2020 serta dukungan pemerintahan Lukashenko terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








