Banjir Bandang Grand Canyon: Korban Hilang Tinggal 1 Orang, Operasi SAR Berpacu dengan Hujan Monsun

AKURAT.CO Kabar terbaru dari tragedi banjir bandang di Grand Canyon National Park membawa secercah harapan. Otoritas Amerika Serikat mengonfirmasi jumlah orang yang masih hilang kini tersisa satu orang, setelah lebih dari selusin pengunjung yang sebelumnya tidak dapat dihubungi berhasil ditemukan selamat.
Namun, operasi pencarian pada Senin (31/8/2026) kembali menghadapi tantangan besar akibat hujan lebat musim monsun yang terus mengguyur kawasan Arizona utara dan memicu risiko banjir susulan.
Banjir Bandang Sapu Jalur Pendakian Populer
Bencana bermula pada Sabtu ketika hujan deras mengguyur sisi utara Grand Canyon. Aliran air bercampur batu dan puing menerjang Bright Angel Canyon, menghancurkan area perkemahan dan menyapu kawasan bersejarah Phantom Ranch, salah satu destinasi favorit pendaki di Amerika Serikat.
Dua pria dipastikan tewas setelah tim SAR menemukan jenazah mereka. Awalnya, petugas khawatir jumlah korban hilang jauh lebih besar mengingat banyak wisatawan berada di dalam ngarai saat banjir terjadi.
82 Orang Berhasil Diselamatkan
Juru bicara National Park Service, Dave Black, mengatakan tim penyelamat telah mengevakuasi 82 orang sepanjang Sabtu dan Minggu melalui operasi besar yang melibatkan ranger, helikopter, serta tim pencarian darat.
“Saat ini hanya ada satu orang yang masih belum ditemukan,” kata Black kepada wartawan di Grand Canyon Village.
Menurutnya, petugas memverifikasi keberadaan pengunjung dengan mencocokkan izin berkemah, pelat kendaraan, data keluarga, hingga laporan keluar-masuk kawasan taman nasional.
Meski begitu, pencarian tetap diperluas karena pendaki harian tidak diwajibkan memiliki izin, sehingga jumlah pasti orang yang berada di jalur pendakian saat banjir masih terus dipastikan.
“Kami masih aktif melakukan pencarian dan tetap berharap orang yang hilang itu masih hidup,” ujar Black.
Hujan Monsun Hambat Pencarian
Hujan deras kembali mengguyur Grand Canyon pada Senin sehingga memperlambat operasi SAR. Musim monsun di Arizona utara memang dikenal sering memicu banjir bandang mendadak di sungai kecil, jurang, dan lembah kering yang sulit menyerap air hujan.
Otoritas berharap kondisi cuaca membaik pada Selasa agar pencarian korban terakhir dapat dilakukan secara maksimal.
Infrastruktur Lumpuh, Pipa Air Rusak 40 Persen
Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur taman nasional. Sekitar 40 persen Transcanyon Waterline, pipa air utama sepanjang 20 kilometer yang memasok air minum dari Roaring Springs ke South Rim, dilaporkan rusak atau hancur.
Akibatnya, pengelola taman memberlakukan pembatasan penggunaan air di kawasan wisata paling ramai dan melarang penggunaan api kayu maupun arang karena keterbatasan pasokan air untuk pemadaman kebakaran.
Beberapa jembatan pejalan kaki juga hancur, sementara akses menyeberangi Bright Angel Creek terputus akibat derasnya arus.
Grand Canyon Tetap Dibuka untuk Wisatawan
Meski dilanda bencana, Grand Canyon National Park tetap menerima kunjungan wisatawan. Puluhan turis, termasuk wisatawan mancanegara, terlihat berada di kawasan South Rim dengan payung dan jas hujan sambil menikmati panorama Sungai Colorado.
Petugas taman mengingatkan seluruh pengunjung agar tetap waspada karena badai lokal dapat muncul sewaktu-waktu. Jalur turun ke dasar Grand Canyon masih dapat dilalui, tetapi perjalanan menuju dasar ngarai memerlukan sekitar empat jam, sementara pendakian kembali bisa mencapai enam jam.
Musim banjir bandang di Grand Canyon biasanya berlangsung dari Juli hingga pertengahan September, sehingga wisatawan diminta selalu memantau peringatan cuaca sebelum memasuki jalur pendakian.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








