Akurat Logo

Selat Hormuz Makin Sepi, Kapal Dagang Anjlok 90 Persen

Fitra Iskandar | 24 Agustus 2026, 20:02 WIB
Selat Hormuz Makin Sepi, Kapal Dagang Anjlok 90 Persen

AKURAT.CO Lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz terus merosot drastis di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat. Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal komoditas yang melintasi jalur strategis penghubung Teluk Persia dan Laut Arab kini berada jauh di bawah kondisi normal.

Kurang dari 20 kapal komoditas tercatat melewati Selat Hormuz selama akhir pekan. Berdasarkan data awal perusahaan pelacak kapal Kpler, hanya empat kapal melintas pada Minggu, sementara 13 kapal tercatat melintas pada Sabtu.

Angka tersebut masih dapat berubah karena sejumlah kapal diketahui mematikan transponder selama perjalanan melewati selat.

Sebagai perbandingan, sebanyak 16 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz pada Jumat.

Lalu Lintas Selat Hormuz Anjlok 90 Persen

Badan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), menyatakan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berada jauh di bawah tingkat normal.

Dalam periode tujuh hari hingga 21 Agustus, sebanyak 89 kapal keluar dari Selat Hormuz, sementara 103 kapal masuk.

UKMTO mencatat jumlah pelayaran yang terdeteksi melalui sistem Automatic Identification System (AIS) sekitar 90 persen lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum konflik.

“Lalu lintas tetap jauh di bawah tingkat normal,” demikian laporan tersebut.

Aktivitas pelayaran juga disebut terus menurun setelah mencapai titik tertinggi pada periode 24-26 Juni.

Kapal Tanker Minyak Jadi yang Paling Banyak Melintas

Kapal tanker masih mendominasi lalu lintas di Selat Hormuz, dengan proporsi sekitar 45 persen dari seluruh pergerakan kapal.

Dari jumlah tersebut, sekitar 56 persen merupakan kapal tanker yang mengangkut minyak mentah, produk minyak bumi, atau bahan kimia.

Sementara itu, kapal pengangkut liquefied petroleum gas (LPG) menyumbang sekitar 24 persen dari lalu lintas kapal tanker.

Data Kpler juga menunjukkan delapan kapal pengangkut gas berukuran sangat besar melintasi Selat Hormuz dalam tiga hari terakhir. Enam di antaranya memasuki kawasan Teluk dalam kondisi kosong, sedangkan dua lainnya membawa LPG dari Iran sebelum keluar dari kawasan tersebut.

Ancaman Serangan Membayangi Kapal

Penurunan lalu lintas kapal terjadi setelah sejumlah insiden serangan terhadap kapal dilaporkan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Sejak 6 Juli, UKMTO telah mencatat 23 insiden serangan proyektil yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah kapal, termasuk pada anjungan, ruang mesin, dan struktur kapal.

Kondisi tersebut membuat perusahaan pelayaran semakin berhati-hati. Sejumlah kapal membatalkan rencana transit atau mengubah rute untuk menghindari kawasan yang dianggap berisiko.

Sebagian kapal juga dilaporkan mematikan sistem pelacakan AIS saat melintasi kawasan tersebut.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dan gas global.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena Iran dan Amerika Serikat tengah berada dalam ketegangan tinggi. Pembatasan dan ancaman keamanan di sekitar jalur pelayaran tersebut membuat aktivitas perdagangan energi melalui Teluk semakin tidak pasti.

Salah satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar atau VLCC, yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Uni Emirat Arab, tercatat berhasil keluar dari Selat Hormuz pada Kamis.

Dua VLCC lainnya memasuki kawasan Teluk pada Jumat dalam kondisi kosong. Salah satunya dilaporkan menuju Irak, sementara kapal lainnya menuju Bahrain.

Lalu Lintas Bab el-Mandeb Juga Menurun

Penurunan aktivitas pelayaran tidak hanya terjadi di Selat Hormuz.

Data Kpler menunjukkan sebanyak 24 kapal komoditas melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Minggu, turun dari 32 kapal pada Sabtu.

Pada Jumat, jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut tercatat sebanyak 22 kapal.

Dua VLCC juga memasuki Laut Merah pada Sabtu. Salah satunya membawa minyak mentah Basrah dari Irak, sementara kapal lainnya masuk dalam kondisi kosong.

Sumber: JPost

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.